Friday, December 30, 2011

Jum'at market prediction 30 Desember 2011



Wednesday, December 28, 2011










Market Review & Prediction Rabu, 28 Desember 2011

Market Review & Prediction 

Awal pekan ini (27/12), IHSG akhirnya ditutup melemah 7,72 poin atau -0,23% berada 
pada level 3789,43 setelah sempat mengalami kenaikan hingga level 3806,19. Sektor 
yang mengalami penurunan terendah yaitu sektor Consumer goods (-1,33%), sedangkan 
sektor yang mengalami kanaikan tertinggi yaitu sektor Agriculture (+0,64%). 
Perdagangan kemarin masih relatif sepi, terlihat dari nilai transaksi yang hanya 
mencapai Rp. 2,82 triliun dengan jumlah volume transaksi sebanyak 4,57 miliar lembar. 

Bursa Global,  Kemarin Dow Jones turun 0.02% ke level 12291.30, S&P 500 naik 
0.01% ke level 1265.43 dan Nasdaq naik 0.25% ke level 2625.20. Dow Jones turun 
karena harga Residential Real Estate turun di bawah prediksi analis. Ini menunjukkan 
pasar real estate US terus menurun.  

Prediksi IHSG.  Kemarin IHSG gagal melanjutkan pengutannya sehingga indikator 
stochastic oscilator patah namun belum terbentuk dead cross. Hal tersebut 
mengindikasikan IHSG berpeluang melemah kembali. Akan tetapi, melihat MA 20 masih 
di atas MA 50, maka IHSG pada trend jangka menengah masih bullish. Hari ini kami 
perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan rentang harga antara 3735,73 hingga 
3811,23. 
  
Highlight News 

  Anak Usaha TOWR Memperoleh Pinjaman senilai Rp 2 Triliun 
  Fidelity Menambah Kepemilikan Saham TBIG  
  CKRA Akuisisi Perusahaan Bijih Besi 
  INAF akan Menjual Radiofarmaka ke Jepang 
  TiPhone Menargetkan Meraih Dana Rp 517 Miliar dari IPO 
  EMDE akan Mempercepat Pembayaran Utang Senilai Rp 70 Miliar 
  Pendapatan MYOH Diproyeksikan Naik 74.578% pada Tahun Ini  
  Realisasi Defisit Anggaran Pemerintah hanya Sebesar 1,5% 


10 stocks from the biggest foreign sell: 
PTBA(37.46 B), ASII (25.17 B), BBRI (22.30 B), BUMI (16.28 B),  
BBCA (15.97 B), BMRI (13.44 B),BBNI (12.94 B), UNVR (10.03 B), 
SMGR (8.14 B), PGAS (7.97 B)







Tuesday, December 27, 2011

Market Review & Prediction Selasa, 27 Desember 2011

Market Review & Prediction

Akhir pekan lalu (23/12).akhirnya IHSG berhasil ditutup pada area zona hijau meskipun
hanya menguat +1,71 poin (+0,05%) menjadi 3797,15. Sentimen positif regional terlihat
tidak begitu mempengaruhi perkembangan indeks pada penutupan sesi II minggu lalu.
Perdagangan akhir pekan lalu relatif lebih sepi dibanding hari bursa sebelumnya, di
mana nilai transaksi hanya mencapai Rp 2,71 triliun dengan jumlah volume sebesar 3,57
miliar lembar saham. Indeks sektoral ditutup bervariasi, dimana sektor finance
menempati urutan kenaikan tertinggi sebesar 0,56%, sementara itu sektor basic Industry
menempati urutan terendah dengan penurunan sebesar 1,31%.

Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 1.02% ke level 12294, S&P 500 naik 0.90% ke
level 1265.33 dan Nasdaq naik 0.74% ke level 2618.64. Dow Jones naik karena adanya
spekulasi ekonomi US akan terus membaik. Hal ini terlihat dari hasil durable goods new
order M/M yang menunjukkan kenaikan signifikan.

Prediksi IHSG. Hari ini IHSG kami perkirakan akan kembali melanjutkan penguatannya.
Hal ini terlihat dari Golden cross pada indikator MACD Histogram serta stocasthic
Oscilator yang belum menunjukan pola reversal. Selain itu, indikator MFI juga masih
terlihat adanya akumulasi. Hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran harga
3753 – 3820.

 
Highlight News

  TRAM Segera Menggarap Bisnis Batubara pada Kuartal II 2012
  ELSA Siapkan Capex US$ 55 Juta pada 2012
  HADE Garap 3 Proyek Konsultan pada Tahun 2012
  SMGR Mengkaji Penerbitan Obligasi Berkelanjutan
  DUTI Membeli Saham Perusahaan Asosiasi 
  BNBR Membukukan Pendapatan Rp 9.9 Triliun sampai Kuartal III 2011
  TKGA Menargetkan Penjualan Rp 2 Triliun


10 stocks from the biggest foreign sell:
BBRI (44.80 B), ADRO (35.20 B), CPIN (31.14 B), UNTR (29.30 B), 
BMRI (26.90 B), EXCL (25.34 B), SMGR (21.38 B), PTBA (18.50 B),
BBNI (18.26 B), ASII (15 B)






Thursday, December 22, 2011

Market Review & Prediction 22 Desember 2011

Market Review & Prediction

IHSG kemarin (21/12) ditutup naik 41,93 poin (+1,12%) ke level 3.794,27 dengan total
transaksi sebesar 5,60 miliar lembar saham atau setara dengan Rp 4,41 triliun. Seluruh
sektor mengalami penguatan pada perdagangan kemarin di mana sector property
mengalai npenguatan tertinggi dibanding sector lanilla (+2,24%). Saham-saham yang
menjadi pendorong laju penguatan IHSG antara lain; BBRI, BMRI, SMR, ASII dan
UNTR. Sedangkan saham-saham yang menjadi penahan lajunya IHSG antara lain :
GGRM, TLKM, ADROO, EXCL serta BDMN.

Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 0.03% ke level 12107.70, S&P 500 naik 0.19%
ke level 1243.72 dan Nasdaq turun 0.99% ke level 2577.97. Dow Jones naik karena
ditopang oleh kenaikan saham energi dan consumer. Selain itu, ECB akan memberikan
pinjaman kepada 523 bank yang meminjam 489 miliar Euro ke ECB yang bertenor 1134
hari, dan suku bunga acuan 1%. Hal ini dilakukan agar bank-bank dapat menyalurkan
kredit. 

Prediksi IHSG.  Secara teknikal IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Hal tersebut terlihat dari masihnya terbentuknya golden cross pada indikator stochastic
Oscilator serta naiknya indikator force index. Kami perkirakan hari ini IHSG akan
bergerak dikisaran level 3761 – 3817.

Highlight News

  BTEL Ekspansi ke Layanan Data 
  BIPI Akuisisi Astrindo Senilai US$ 600 Juta
  ADHI Mengincar Kontrak EPC Senilai Rp 2,7 Triliun
  BAJA Mengincar Laba Bersih Naik 2 Kali Lipat pada 2012
  ELSA Segera Melepas Patrakom Semester I 2012 
  RUIS Akuisisi 3 Cucu Perusahaan
  CNKO Targetkan Pendapatan Rp 1,2 Triliun
  MDRN Ekspansi Rp 250 Miliar pada 2012



10 stocks from the biggest foreign sell:
TLKM (88.21 B), ASII (81.94 B), BBCA (70.67 B), ADRO (67.58 B), 
BMRI (52.07 B), SMGR (49.38 B), BBRI (42.05 B), UNTR (38.94 B),
GGRM (38.24 B), HRUM (38.05 B)





Wednesday, December 21, 2011

Market Review & Prediction 21 Desember 2011

Market Review & Prediction

IHSG kemarin (20/12) akhirnya ditutup turun 18 poin (-0.47%) ke level 3,752.34 dengan
total transaksi sebesar 5,97 miliar lembar saham atau setara dengan Rp3,77 triliun.
Hampir seluruh sektor mengalami penurunan pada perdagangan kemarin kecuali
agriculture (+0.04%) dan finance (+0.22%). Saham-saham yang menjadi penggerus
indeks antara lain; TLKM, ASII, ADRO, UNTR dan CPIN.Sementara itu saham-saham
yang menjadi penahan laju penurunan indeks antara lain; BBRI, BBCA, GIAA, INTP dan
PGAS .

Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 2.87% ke level 12103.60, S&P 500 naik 2.98%
ke level 1241.30 dan Nasdaq naik 3.19% ke level 2603.73. Dow Jones naik karena
keluarnya data housing starts yang meningkat menjadi 685000 unit dalma setahun. Ini
lebih tinggi daripada hasil consensus yang sebesar 600000-650000 unit. Selain itu, ada
berita bahwa Spanyol sukses menjual obligasi jangka pendeknya. 

Prediksi IHSG. Secara teknikal IHSG hari ini berpeluang naik. Hal tersebut terlihat dari
indikator stochastic yang sudah membentuk golden cross. Selain itu, indikator force
index yang masih berada di atas titik nol juga masih mengindikasikan adanya potensi
penguatan indeks. Hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak di level 3717 – 3807.

Highlight News

  BORN Belum Mempunyai Dana untuk Akuisisi BUMI
  GPRA Membatalkan Rencana Right Issue dan Akuisisi Pusat Belanja
  LPKR Menargetkan Pendapatan Rp 6 Triliun pada 2012
  TMPI Segera Akuisisi Tambang Emas Seluas 2000 Ha pada 2012
  OKAS Menunda Bisnis Batubara
  BYAN Perpanjang Kontrak Jasa Pertambangan Buma
  Penjualan AISA Mempunyai Potensi Naik 155% pada 2011
  ADRO Akuisisi Sejahtera Energy




Monday, December 19, 2011

Market Review & Prediction 19 Desember 2011

Market Review & Prediction

IHSG pada akhir pekan lalu (16/12) ditutup naik 62.49 point (1.69%) ke level 3764.03
dengan jumlah transaksi sebanyak 5.32 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar
Rp4.58 triliun. Hampir seluruh sektor saham naik, kecuali sektor Agriculture. Saham-
saham yang melemahkan bursa adalah: UNVR, AALI, JSMR. Sementara itu, saham-
saham yang menaikkan indeks adalah: ASII, BBRI, dan BMRI.

Bursa Global,  Kemarin Dow Jones turun 0.02% ke level 11866.40, S&P 500 naik
0.32% ke level 1219.66 dan Nasdaq naik 0.56% ke level 2555.33. Dow Jones turun tipis
karena masih adanya ketidakpastian akan keadaan Eropa. Hari ini European Finance
Ministers akan bertemu melalui conference call at 3.30 p.m untuk membahas 200 milyar
Euro sebagai tambahan dana melalui IMF dan mekanisme dari kebijkaan fiscal yang
telah dinegosiasikan pada pertemuan puncak Uni Eropa 9 Desember lalu. 

Prediksi IHSG. Akhir pekan lalu, IHSG akhirnya ditutup menguat setelah beberapa hari
mendapat tekanan aksi jual. Beberapa indikator teknikal seperti: indikator MFI dan
indikator momentum RSI sudah menunjukkan adanya penguatan. Namun demikian,
mengingat indikator stochastic Oscilator belum membentuk kembali pola golden cross,
kami berharap para investor bisa berhati-hati dalam mengambil posisi trading hari ini.
IHSG kami perkirakan akan bergerak mixed dengan rentang harga antara 3720 – 3797.

Highlight News

  SMDR Berniat Menambah kepemilikan pada SDPC 
  BNBR Siapkan 3 Strategi Pendanaan
  MYOR Anggarkan US$ 70 Juta untuk Capex Tahun 2012
  KARK Menargetkan Pendapatan Tumbuh 20% pada 2012
  ADMG Alokasikan US$ 17,5 Juta untuk Menaikkan Produksi
  MIRA Menargetkan Pendapatan Rp 350 Miliar pada Tahun 2012
  ASRI Menyiapkan Capex Rp 3 Triliun pada Tahun 2012
  BNBR Menargetkan Pendapatan Rp 13 Triliun pada 2011
  ADHI Targetkan Pertumbuhan Laba Bersih 2012 Sebesar 2,17%

10 Stocks from the Biggest Foreign Sell:
SMGR (153.56 B), ASII (119.56 B), BMRI (100.16 B), BBCA (99.90 B), UNTR (92.44 B), 
INDF (66.74 B), BBNI (64.99 B), GGRM (49.17 B), ADRO (46.18 B), TLKM ( 31.73 B).


SMDR Berniat Menambah kepemilikan pada SDPC 
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) berniat menambah kepemilikan saham pada PT Millennium Pharmacon
International Tbk (SDPC). Perseroan menjelaskan bahwa nantinya kepemilikan SDPC langsung berada di
bawah perusahaan holding. Dana ,besarnya akuisisi dan target waktu belum disebutkan. Sumber: Kontan.
 
  BNBR Siapkan 3 Strategi Pendanaan
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membutuhkan dana US$ 3.5 miliar untuk membiayai berbagai proyek di
masa depan. Strategi pendanaan yang akan diambil adalah melalui project financing, vendor financing, dan
fund. Tahun 2012, perseroan menargetkan mendapatkan fund US$ 300 juta. Sumber: Kontan. 

  MYOR Anggarkan US$ 70 Juta untuk Capex Tahun 2012
PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membutuhkan dana US$ 70 juta untuk ekspansi tahun depan. Dana akan
diperoleh melalui pinjaman dan menggunakan keuntungan dari hasil usaha. Dana akan digunakan untuk
membangun pabrik, menambah mesin produksi, dan berbagai sarana infrastruktur. Sumber: Kontan.

  KARK Menargetkan Pendapatan Tumbuh 20% pada 2012
PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) menargetkan pertumbuhan pendapatan pada tahun depan
sebesar 20%. Perseroan ingin mengurangi porsi penjualan melalui trading, dan memaksimalkan penjualan dari
hasil produksi tambang batubara. Perseroan menggarkan capex tahun depan sebesar Rp 800 miliar. Dana
akan digunakan untuk membeli kapal tongkang baru. Sumber: Kontan.

  ADMG Alokasikan US$ 17,5 Juta untuk Menaikkan Produksi
PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) mengalokasikan dana US$ 17,5 juta untuk capex tahun depan. Sumber
dana berasal dari kas internal. Dana akan digunakan untuk menambah produksi pabrik EOD di Banten untuk
meningkatkan produksi 2 kali lipat dari produksi saat iniyang sebesar 40000 ton per tahun. Sumber: Kontan.

  MIRA Menargetkan Pendapatan Rp 350 Miliar pada Tahun 2012
PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) menargetkan pendapatan sebesar Rp 300 miliar hingga Rp 350
miliar. Kontribusi pendapatan berasal dari pengangkutan semen,pengangkutan batubara dan sektor jasa
penunjang migas. Tahun depan perseroan akan membeli 50 truk pengangkut batubara senilai US$ 1-2 juta,
serta menyiapkan dana US$ 10-15 juta untuk memasang peralatan penunjang migas. Sumber: Kontan.

  ASRI Menyiapkan Capex Rp 3 Triliun pada Tahun 2012
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) akan menginvestasikan Rp 3 triliun pada 2012. Rp 1 triliun akan digunakan
untuk perluasan Pasar Kemis, Rp 600 miliar untuk pembangunan proyek Serpong, dan sisanya untuk proyek di
Bali. Sumber dana akan berasal dari penerbitan obligasi global senilai US$ 200 juta, private placement, dan
pinjaman bank. Marketing sales tahun depan ditargetkan mencapai 3 triliun. Sumber: Investor Daily.

  BNBR Menargetkan Pendapatan Rp 13 Triliun pada 2011
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) optimis pendapatan tahun ini mencapai Rp 13 triliun, dan pendapatan tahun
depan naik 20-25%. Penopang utama pendapatan akan berasal dari PT Bakrie Energy International, dan
pendapatan dari UNSP tidak dikonsolidasikan lagi ke pendapatan perseroan. Pertumbuhan pendapatan 2012
ditargetkan mencapai 20-25% YoY. Sumber: Investor Daily.  

  ADHI Targetkan Pertumbuhan Laba Bersih 2012 Sebesar 2,17%
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) hanya menargetkan pencapaian laba bersih 2012 sebesar 2,17% dibanding
estimasi laba bersih 2011 ini yang diperkirakan mencapai Rp183,37 miliar. Berdasarkan keterangan perseroan, 






Friday, December 16, 2011

Market Review & Prediction 16 Desember 2011

Market Review & Prediction

IHSG pada perdagangan Kamis lalu (15/12) ditutup turun 50.06 point (1.33%) ke level
3701.54 dengan jumlah transaksi sebanyak 3.82 miliar lembar saham dan nilai transaksi
sebesar Rp4.44 triliun. Hampir seluruh sektor saham turun, kecuali sektor Agriculture.
Saham-saham yang melemahkan bursa adalah:.ASII, GGRM, SMGR. Sementara itu,
saham-saham yang menaikkan indeks adalah: TLKM, JRPT, SMAR.

Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 0.38% ke level 11868.80, S&P 500 naik 0.32%
ke level 1215.75 dan Nasdaq naik 0.07% ke level 2541.01. Dow Jones  naik karena
kemarin keluar data jobless claim yang lebih rendah dari perkiraan. Menurut consensus,
jobless claim akan berada pada level 383 K-400 K. Akan tetapi data Jobless claim
terbaru adalah 366 K. Ini lebih rendah dari angka sebelumnya yang sebesar 381 K.
Selain itu juga keluar data manufaktur yang hasilnya jauh lebih tinggi dari consensus. Hal
ini menunjukkan signal penguatan ekonomi AS ditengah kekhawatiran krisis Eropa. 

Prediksi IHSG. Hari ini diperkirakan IHSG mempunyai peluang rebound tipis setelah
Indonesia masuk dalam Investment Grade. Akan tetapi, ini hanya akan berlangsung
sesaat, karena kecenderungan masih berada dalam trend turun. Hal ini dapat dilihat dari
indikator CCI, MACD, dan stochastic yang menunjukkan masih adanya potensi
penurunan. Kemarin juga IHSG telah menembus support di 3740, dan tertahan di level
3670. Jika tembus support di 3670, maka IHSG akan mencoba bergerak ke level 3620.
IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3670-3740.

Highlight News

  Fitch Rating Menaikkan Peringkat Utang Indonesia Menjadi Investment Grade
  MEDC Anggarkan US$ 1174 miliar untuk Tahun 2012
  ELSA Refinancing US$ 122.5 Juta
  Tiphone Akan Melepas 40.08% Saham Melalui IPO
  Greenwood Segera IPO Tahun Ini
  Anak Usaha MEDC Melakukan Right Issue 
  KRAS Meraih Pinjaman US$ 470 Juta
  TINS Menganggarkan Capex Lebih dari 2 Triliun pada 2012 

10 Stocks from the Biggest Foreign Sell:
ASII (368.24 B), TLKM (104.99 B), ADRO (102.45 B), BBRI (100.37 B), ITMG (94.42B), 
BMRI  (94.25 B), INTP (78.62 B), SMGR (73.62 B), UNTR (73.52 B), BUMI ( 73.48 B).

Fitch Rating Menaikkan Peringkat Utang Indonesia Menjadi Investment Grade
Lembaga pemeringkat Fitch Rating manaikkan peringkat Indonesia menjadi BBB- dengan outlook stabil.
Setelah kenaikan peringkat itu, arus dana akan mengalir lebih banyak ke sektor riil seperti FDI dibandingkan ke
pasar modal. Market biasanya bergerak hanya karena ekspektasi. Akan tetapi, peringkat dari Fitch tidak
menjadi acuan utama bagi investor. Investor lebih mempercayai rating S&P. Ada kemungkinan S&P akan
menaikkan peringkat Indonesia pada kuartal II 2012. Sumber: Kontan.

  MEDC Anggarkan US$ 1174 miliar untuk Tahun 2012
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menganggarkan dana US$ 1174 miliar pada tahun depan. Dana
terdiri dari belanja modal (capex) sebesar US$ 356 juta, dan biaya operasi sebesar US$ 818 juta. Tahun
depan, perseroan akan kembali melakukan pengeboran di 29 sumur di Indonesia. Diantaranya adalah 20
sumur produksi dan sembilan sumur eksplorasi. Selain itu perseroan sedang identifikasi potensi pengeboran 30
sumur di Oman, dan 2 sumur di AS. Selain itu perseroan akan masuk ke bisnis batubara pada tahun depan.
Sumber: IQ Plus.

  ELSA Refinancing US$ 122.5 Juta
PT Elnusa Tbk (ELSA) mendapatkan fasilitas pinjaman US$ 122.5 juta untuk melakukan refinancing. Pinjaman
diperoleh melalui sindikasi perbankan dengan BCA sebagai lead arranger. Penandatanganan refinancing
dilakukan minggu depan. Refinancing dilakukan untuk menurunkan beban keuangan dan memperlancar arus
kas perseroan. Sumber: Kontan.

  Tiphone Akan Melepas 40.08% Saham Melalui IPO
PT Tiphone Mobile Indonesia berniat IPO 2.68 miliar saham (40.08% dari total saham) pada kisaran harga 
Rp 250-Rp350 per saham. Harga tersebut mencerminkan PER 8-10 kali.PER industri sebesar 10-12 kali. 40%
dana IPO akan digunakan untuk melunasi utang anak usaha, 28% untuk perluasan usaha, dan sisanya
digunakan untuk modal kerja perseroan maupun anak usaha. Sumber: Kontan.

  Greenwood Segera IPO Tahun Ini
PT Greenwood Sejahtera telah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Dana IPO akan digunakan
untuk membeli lahan untuk pengembangan The City Center-Batavia tahap 2 dan tahap 3. PER Greenwood
dengan harga IPO Rp 250 adalah sebesar 6,25 kali. Ini lebih rendah dari PER APLN yang sebesar 7 kali.
Sumber: Kontan.

  Anak Usaha MEDC Melakukan Right Issue 
PT Medco Power Indonesia, anak usaha MEDC Grup, menjual saham baru (right issue) kepada Saratoga
Capital. Perseroan melepas 51% saham baru. Harga dan hasil penjualan tidak diberitahu oleh perseroan.
Namun Reuters menyatakan penjualan saham baru itu menghasilkan US$ 112 juta. Dalam dokumen Reuters
mengatakan bahwa pembeli bukan hanya Saratoga, tapi telah membentuk konsorsium bernama International
Finance Corporation(IFC). Sumber: Kontan. 

  KRAS Meraih Pinjaman US$ 470 Juta
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) meraih pinjaman US$ 470 juta dari konsorsium delapan bank lokal dan asing.
Dana akan digunakan untuk membangun pabrik baja senilai US$ 528.9 juta. Penandatanganan baru dilakukan
Februari 2012. Sumber: Bisnis Indonesia. 







Thursday, December 15, 2011

Market Review & Prediction 15 Desember 2011

Market Review & Prediction

IHSG pada perdagangan Rabu lalu (14/12) ditutup turun 15.17 point (0.40%) ke
level 3748.41 dengan jumlah transaksi sebanyak 4.98 miliar lembar saham dan nilai
transaksi sebesar Rp3.89 triliun. Hampir seluruh sektor saham turun, kecuali sektor
finance, consumer dan basic-ind. Saham-saham yang melemahkan bursa adalah:
ASII, AMRT, BMRI. Sementara itu, saham-saham yang menaikkan indeks adalah:
SMGR, UNVR, BUMI.

Bursa Global, Kemarin Dow Jones turun 1.10% ke level 11823.50, S&P 500 turun
1.13% ke level 1211.82 dan Nasdaq turun 1.55% ke level 2539.31. Dow Jones
turun karena the Fed mengatakan bahwa krisis utang zona Euro akan mengganggu
ekspansi perekonomian AS selama dua setengah tahun terakhir ini. The Fed akan
mempertahankan suku bunga acuan yang hampir 0% sampai pertengahan 2013.
The Fed akan mulai membicarakan menambah stimulus pada pertemuan 25-26
Januari 2012. 

Prediksi IHSG. Hari ini diperkirakan IHSG masih akan bergerak terbatas dengan
kecenderungan mampu rebound terbatas. Hal ini dapat dilihat dari harga yang terus
menurun, akan tetapi volume mulai naik. Indikator Stochastic Oscilator, CCI dan
MACD masih bergerak sideways. IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3720
– 3800.

Highlight News

  Krisis Global Menekan Pertumbuhan Ekonomi 2012
  Damiano Investasi US$ 50 Juta ke POLY
  BRAU Targetkan Penjualan US$ 1,84 Miliar
  ERAA Anggarkan Capex US$ 12 Juta
  WINS Mencari Pinjaman US$ 45 Juta
  Penjualan Alat Berat INTA Melampaui Target
  TOTL Mengincar Pendapatan Sebesar Rp 1.9 Triliun pada 2012 


10 Stocks from the Biggest Foreign Sell:
ASII, ADRO, BMRI, SMGR, BUMI, PGAS, BBRI, HRUM, UNTR, BBNI






Wednesday, December 14, 2011

Market Review & Prediction 14 Desember 2011

Market Review & Prediction

IHSG pada perdagangan Selasa lalu (13/12) ditutup turun 28.57 point (0.75%) ke
level 3,763.58 dengan jumlah transaksi sebanyak 4.79 miliar lembar saham dan
nilai transaksi sebesar Rp4.85 triliun. Hampir seluruh sektor saham turun, kecuali
sektor property, misc-industry, dan basic-industry. Saham-saham yang melemahkan
bursa adalah:.BBRI, BBCA, BBNI. Sementara itu, saham-saham yang menaikkan
indeks adalah: SMGR, INTP, CTRA.

Bursa Global, Kemarin Dow Jones turun 0.55% ke level 11954.90, S&P 500 turun
0.87% ke level 1225.73 dan Nasdaq turun 1.26% ke level 2579.27. Dow Jones
turun setelah the Fed menahan diri untuk mengambil tindakan baru untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dunia. Bank sentral mengatakan akan
melanjutkan pertukaran utang jangka pendek sebesar $ 400 milyar dengan utang
jangka panjang untuk memperpanjang jatuh tempo rata-rata kepemilikan(Operation
Twist). 

Prediksi IHSG. Hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak terbatas menunggu sinyal
pergerakan lebih lanjut. IHSG masih berada dalam pola sideways, dimana kemarin
tertahan pada support di 3740. Indikator Stochastic Oscilator, CCI dan MACD masih
bergerak sideways. IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3720 – 3800.

Highlight News

  ANTM Siap Terbitkan Kembali Obligasi Rp 1 Triliun
  AISA Menganggarkan Capex Rp 414 Miliar pada 2012
  MDLN Mencari Pinjaman Rp 150 Miliar
  Pengoperasian Pabrik Baru Mempunyai Dampak Baik untuk SMGR
  JAWA Anggarkan Capex Rp 470 Miliar 
  FASW Siapkan Capex US$ 80 Juta
  KBRI Mencari Utang US$ 60 Juta
  350 Juta Saham MNC Dilego 
  HRUM Siapkan Capex US$ 30 Juta
  Greenwood Menetapkan Harga Perdana Rp 250 per Saham







ANTM Siap Terbitkan Kembali Obligasi Rp 1 Triliun
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan menerbitkan kembali obligasi sebesar Rp 1 triliun pada 2012. Emisi
surat utang tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) senilai Rp 4 triliun.
Perseroan membutuhkan dana Rp 5,8 triliun untuk belanja modal tahun depan. Selain melalui obligasi,
perseroan akan menggunakan kas internal dan pinjaman bank. Sumber: Investor Daily.

  AISA Menganggarkan Capex Rp 414 Miliar pada 2012
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akan menganggarkan capex Rp 414 miliar pada 2012. Rp 180 miliar
digunakan untuk mengembangkan bisnis beras dan sisanya untuk perkebunan kelapa sawit. Dana dibiayai dari
right issue, pinjaman bank, dan setoran dana mitra strategis. Selain itu, perseroan akan akuisisi sebuah pabrik
beras pada Januari tahun depan. Sumber: Investor Daily.

  MDLN Mencari Pinjaman Rp 150 Miliar
PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mencari pinjaman bank Rp 150 miliar untuk membiayai capex tahun depan
sekitar Rp 400-500 miliar. Dana akan digunakan untuk membangun proyek baru tahun depan. Marketing sales
untuk tahun depan ditargetkan naik 122% dibandingkan target tahun ini. Sumber: Investor Daily. 

  Pengoperasian Pabrik Baru Mempunyai Dampak Baik untuk SMGR
Selesainya pabrik semen di Tuban, Jawa Timur akan berpotensi menaikkan penjualan tahunan sekitar 18%.
Selain itu, perseroan akan diuntungkan dengan adanya pengesahan RUU pengadaan tanah untuk
pembangunan menjadi UU. UU tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengembangan infrasruktur dalam
negeri. Sumber: Investor Daily.

  JAWA Anggarkan Capex Rp 470 Miliar 
PT JA Wattie Tbk (JAWA) menganggarkan capex sebesar Rp 470 miliar pada 2012. Dana akan digunakan
untuk merawat dan menanam karet serta kelapa sawit, dan juga untuk membangun pabrik pengolahan kelapa
sawit. Dana akan berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Perseroan juga mungkin akan mengakuisisi
lahan di Kalimantan dan Sulawesi. Sumber: Investor Daily. 

  FASW Siapkan Capex US$ 80 Juta
PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) akan menganggarkan capex sebesar US$ 80 juta pada tahun depan.
Dana akan berasal dari lembaga pembiayaan ekspor asal Finlandia dan Austria senilai US$ 30 juta, dan
sisanya akan berasal dari sumber lain. Dana akan digunakan untuk menambah dan memodifikasi mesin kertas.
Sumber: Investor Daily. 

  KBRI Mencari Utang US$ 60 Juta
PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) mencari pinjaman senilai US$ 60 juta pada semester I 2012.
Dana akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan pabrik kertas. Perseroan agak sulit mencari pinjaman
sebab pembangunan pabrik yang telah mencapai 90%, sempat terhenti. Selain mencari dana dari pinjaman
bank, perseroan juga mencari dana melalui investor strategis. Sumber: Investor Daily.  
 
  350 Juta Saham MNC Dilego 
Pemegang saham PT Media Nusantara  Citra Tbk (MNCN) kemarin menjual 350 juta saham diperusahaan
tersebut pada harga Rp 1270 per saham. Dari penjualan tersebut, pemegang saham akan mendapat Rp
444,50 miliar. Sumber: Bisnis Indonesia.


Monday, December 12, 2011

12 Desember 2011 Market Review & Prediction

Market Review & Prediction

IHSG pada perdagangan akhir pekan lau (10/12) ditutup turun 22.15 point (-0.59%)
ke level 3,759.60 dengan jumlah transaksi sebanyak 2,76 miliar lembar saham dan
nilai transaksi sebesar Rp2.75 triliun. Hampir seluruh sektor saham mengalami
tekanan jual, kecuali sektor misc-industry dan property. Saham-saham yang
menjadi penggerus bursa antara lain : UNTR, ADRO, UNVR, GGRM dan BBRI.
Sementara itu, Saham-saham yang menjadi menjadi penahan indeks pada akhir
pekan lalu antara lain: ASII, BBNI, JSMR, INVS dan BUMI.

Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 1.55% ke level 12184.30, S&P 500 naik
1.69% ke level 1255.19 dan Nasdaq naik 1.94% ke level 2646.85. Dow Jones naik
karena KTT UE menghasilkan keputusan yang baik. Uni Eropa, kecuali Inggris,
menyepakati membuat fiskal saling terhubung. Tujuannya untuk memangkas difisit
fiskal serta mendisiplinkan pengeluaran. Selain itu, para pemimpin UE sepakat
memberi tambahan dana 200 miliar Euro untuk membantu menutupi utang Italia
dan Spanyol yang akan jatuh tempo. 

Prediksi IHSG. Hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak pada zona hijau. Indikator
Fast Stochastic Oscilator sudah menunjukan golden cross, artinya ada peluang
IHSG akan mengalami penguatan. Begitu pula dengan indikator momentum RSI
sudah mulai terjadi penguatan kembali. Namun  demikian pemguatan   IHSG hari ini
kami perkirakan akan cenderung terbatas karena belum dibarengi dengan kenaikan
volume yang signifikan. IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3704 – 3808.

Highlight News

  Hasil Keputusan KTT Uni Eropa 
  AMRT Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 20% di 2012
  BUDI Siapkan Capex Rp 150 Miliar pada 2012
  FASW Mendapat Utang US$ 120 Juta
  SDPC Berencana untuk Menjadi Distributor 2 Perusahaan Asing
  SMRA Siapkan Capex Rp 1,3 Triliun pada 2012
  SIPD akan Jaminkan Aset Senilai Rp 600 Miliar
  MTLA Memperbesar Investasi Hotel 
  BNBR Menargetkan Penurunan Utang Perseroan tahun 2012




Hasil Keputusan KTT Uni Eropa
Akhir pekan lalu, KTT Uni Eropa menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain:
1. Membuat fiskal saling terhubung
2. Memberikan dana tambahan 200 miliar Euro untuk menutupi utang Italia dan Spanyol yang akan jatuh
tempo
3. Dana permanen 500 miliar Euro dalam EFSF pada Juli 2012, lalu tambahan dana 440 miliar Euro ke
lembaga itu
4. Para kreditor swasta yang memberi pinjaman ke negara-negara zona Euro tidak otomatis menghadapi
kerugian, sesuai dengan rencana bailout masa depan
Sumber: Investor Daily

  AMRT Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 20% di 2012
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menargetkan dapat mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 20%
pada tahun 2012. Pertumbuhan akan didorong oleh peningkatan jumlah masyarakat kelas menengah. Industri
consumer goods diprediksi tumbuh 12% didorong oleh minimarket. Sumber: Kontan.

  BUDI Siapkan Capex Rp 150 Miliar pada 2012
PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI) menyiapkan belanja modal Rp 150 miliar pada 2012 untuk keperluan ekspansi
produksi. Capex dapat dipenuhi dari kas internal, sisanya melalui pinjaman bank. Dana akan digunakan untuk
menyelesaikan beberapa proyek yang sudah dimulai tahun ini. Salah satunya pembangunan pabrik tapioka di
Jawa Timur. Sumber: Kontan.

  FASW Mendapat Utang US$ 120 Juta
PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) akan melakukan refinancing utang sebesar US$ 100 juta. Perseroan telah
berhasil mendapat komitmen pinjaman dari HSBC Ltd sebesar US$ 120 juta. Selain itu, perseroan juga akan
meningkatkan pertumbuhan produksi. Sumber: Kontan.

  SDPC Berencana untuk Menjadi Distributor 2 Perusahaan Asing
PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC) sedang menjajaki kerjasama dengan perusahaan farmasi
dari Eropa. Perseroan berharap negosiasi dapat selesai Januari 2012. Selain itu, perseroan juga menjajaki
peluang menjadi distributor 3 perusahaan farmasi lokal. Sumber: Kontan.
 
  SMRA Siapkan Capex Rp 1,3 Triliun pada 2012
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menyiapkan capex sebesar Rp 1,3 triliun untuk tahun 2012. Dana akan
digunakan untuk membangun fasilitas pendukung di proyek Summarecon Serpong dan Summarecon Bekasi.
Sumber pendanaan akan berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Sumber: Investor Daily.

  SIPD akan Jaminkan Aset Senilai Rp 600 Miliar
PT Sierad Produce Tbk (SIPD) berniat menjaminkan aset senilai Rp 600 miliar untuk mendapatkan pinjaman.
Dana akan digunakan untuk ekspansi pada 2012. RUPSLB akan segera dilaksanakan untuk meminta
persetujuan pemegang saham terkait penjaminan aset ini. Sumber: Investor Daily.

  MTLA Memperbesar Investasi Hotel
PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) akan ekspansi pengembangan 20 hotel dalam 5 tahun mendatang. Investasi
diperkirakan mencapai Rp 500 miliar. Nilai investasi ini belum termasuk lahan pengembangan. Perseroan akan
menawarkan kerjasama penyertaan saham dengan kepemilikan saham perseroan minimal 60%-70% dan
melalui BOT Build Own atau akuisisi lahan. Sumber: Investor Daily.