Market Review & Prediction
IHSG Senin (21/11/2011) masih mengalami pelemahan, dengan negatif 74,67
poin atau turun 1,98% berada pada level 3.679,82. Tingginya yield obligasi
Spanyol dan Perancis membuat khawatir terhadap perbankan global, selain itu
krisis hutang eropa yang belum jelas penyelesaianya membuat investor
memilih untuk mengemankan asset nya terlebih dahulu. Sektor-sektor yang
menjadi penyumbang terbesar terhadap pelemahan IHSG pada perdagangan
hari senin kemarin adalah sektor industri dasar dan sektor pertambangan
dimana masing-masing sektor mengalami penurunan 3,04% dan 2,60%.
Bursa Global, Kemarin Dow Jones turun 2.11% ke level 11547.30 sedangkan
S&P 500 turun 1.86% ke level 1192.98 dan Nasdaq turun 1.92% ke level
2523.14. Penurunan Dow Jones karena pemerintah US dipaksa untuk
memotong anggaran sebesar US$1,2 triliun. Selain itu, diberitakan bahwa
supercommittee akan membuka jalan untuk memperpanjang stimulus. Jika
stimulus tidak diperpanjang, maka US akan terkena dampak langsung dari
krisis utang Eropa pada kuartal pertama. Fitch Ratings mengatakan bahwa
penularan lebih lanjut dari krisis utang Eropa akan menjadi risiko bagi Bank-
Bank US.
Prediksi IHSG. Secara teknikal IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya.
Dilihat dari segi teknikal, MACD telah membentuk pola dead cross, dan
bollinger telah membuka ke bawah. Kami memprediksi, IHSG akan bergerak di
level support 3590 dan resistance di level 3685.
Highlight News
Samin Tan Mengusulkan Pelepasan 20% BRAU dan 10% BRMS
ADRO Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 10% Tahun Depan
Laba PBRX Naik 110% pada kuartal III tahun 2011
ADHI Meraih Kontrak Rp 4,2 Triliun
BLTA Siap Terbitkan Obligasi US$ 125 Juta
Laba GIAA Melebihi Rp 600 Miliar
MNCN Naikkan Rasio Dividen
ITMG Akan Pertahankan Rasio Dividen 75% untuk tahun 2011
Laba BUMI Naik 3.90% per September 2011
IHSG Senin (21/11/2011) masih mengalami pelemahan, dengan negatif 74,67
poin atau turun 1,98% berada pada level 3.679,82. Tingginya yield obligasi
Spanyol dan Perancis membuat khawatir terhadap perbankan global, selain itu
krisis hutang eropa yang belum jelas penyelesaianya membuat investor
memilih untuk mengemankan asset nya terlebih dahulu. Sektor-sektor yang
menjadi penyumbang terbesar terhadap pelemahan IHSG pada perdagangan
hari senin kemarin adalah sektor industri dasar dan sektor pertambangan
dimana masing-masing sektor mengalami penurunan 3,04% dan 2,60%.
Bursa Global, Kemarin Dow Jones turun 2.11% ke level 11547.30 sedangkan
S&P 500 turun 1.86% ke level 1192.98 dan Nasdaq turun 1.92% ke level
2523.14. Penurunan Dow Jones karena pemerintah US dipaksa untuk
memotong anggaran sebesar US$1,2 triliun. Selain itu, diberitakan bahwa
supercommittee akan membuka jalan untuk memperpanjang stimulus. Jika
stimulus tidak diperpanjang, maka US akan terkena dampak langsung dari
krisis utang Eropa pada kuartal pertama. Fitch Ratings mengatakan bahwa
penularan lebih lanjut dari krisis utang Eropa akan menjadi risiko bagi Bank-
Bank US.
Prediksi IHSG. Secara teknikal IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya.
Dilihat dari segi teknikal, MACD telah membentuk pola dead cross, dan
bollinger telah membuka ke bawah. Kami memprediksi, IHSG akan bergerak di
level support 3590 dan resistance di level 3685.
Highlight News
Samin Tan Mengusulkan Pelepasan 20% BRAU dan 10% BRMS
ADRO Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 10% Tahun Depan
Laba PBRX Naik 110% pada kuartal III tahun 2011
ADHI Meraih Kontrak Rp 4,2 Triliun
BLTA Siap Terbitkan Obligasi US$ 125 Juta
Laba GIAA Melebihi Rp 600 Miliar
MNCN Naikkan Rasio Dividen
ITMG Akan Pertahankan Rasio Dividen 75% untuk tahun 2011
Laba BUMI Naik 3.90% per September 2011
Samin Tan Mengusulkan Pelepasan 20% BRAU dan 10% BRMS
Samin Tan, pemilik sekaligus direktur utama PT Borneo Lumbung Energi& Metal Tbk (BORN), mengusulkan
pelepasan 20% saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan 10% saham PT Bumi Resources Minerals Tbk
(BRMS). Nilai penjualan diperkirakan mencapai US$ 750 juta. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepemilikan
saham Bumi Plc pada Bumi Resources lebih dari 50% dari saat ini 29%. Sumber: Investor Daily.
ADRO Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 10% Tahun Depan
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 8-10% tahun depan. Peningkatan
pendapatan akan didorong oleh kenaikan produksi batubara perseroan. Perseroan berkonsentrasi untuk
mengembangkan pertambangan di Sumatra Selatan. Sumber: Investor Daily.
Laba PBRX Naik 110% pada kuartal III tahun 2011
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 110% pada kuartal III 2011. Hal ini
ditopang oleh peningkatan pendapatan sebesar 50%. Perseroan berencana memproduksi merek sendiri, dan
sebagian order yang diterima disubkontrakkan ke manufaktur garmen di negara Vietnam, India, Kamboja, dan
Tiongkok. Sumber: Investor Daily.
ADHI Meraih Kontrak Rp 4,2 Triliun
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) segera menggarap dua proyek independent power plant (IPP). Total nilai Proyek tersebut
adalah Rp 4,2 triliun. Selain itu, perseroan juga berencana untuk ikut tender PLN lainnya. Sumber: Kontan.
BLTA Siap Terbitkan Obligasi US$ 125 Juta
PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) berencana menerbitkan obligasi senilai US$ 125 juta tahun depan. Dana akan
digunakan untuk melunasi utang perseroan yang jatuh tempo tahun depan. Per September, total utang perseroan
mencapai US$ 2.07 miliar. Sumber: Kontan.
Laba GIAA Melebihi Rp 600 Miliar
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencetak laba bersih lebih dari Rp 600 miliar hingga Oktober 2011. Jumlah ini
melampaui laba bersih tahun lalu yang sebesar Rp 515 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh peningkatan kinerja
operasional. Sumber: Investor Daily.
MNCN Naikkan Rasio Dividen
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berencana menaikkan rasio dividen menjadi 45% mulai tahun depan. Hal ini
disebabkan oleh masuknya Saban Capital Group ke perseroan. Pendapatan perseroan diperkirakan naik 14,5%
tahun ini, dan laba bersih diprediksi naik 67%. Sumber: Investor Daily.
ITMG Akan Pertahankan Rasio Dividen 75% untuk tahun 2011
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan mempertahankan rasio dividen 75% untuk tahun buku 2011. Rasio
ini digunakan dalam membagikan dividen interim 2011. Perseroan menyiapkan capex sebesar US$ 233 juta untuk
tahun 2012. Dana akan berasal dari kas internal. Sumber: Investor Daily.
Laba BUMI Naik 3.90% per September 2011
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencetak pertumbuhan laba bersih 3,90% per September 2011, seiring dengan
pertumbuhan pendapatan sebesar 34.27%. PT Kaltim Prima Coal, anak perusahaan perseroan, mencatatkan
kenaikan produksi 6%, PT Arutmin Indonesia mencetak kenaikan produksi 17%. Sumber: Bisnis Indonesia.
pelepasan 20% saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan 10% saham PT Bumi Resources Minerals Tbk
(BRMS). Nilai penjualan diperkirakan mencapai US$ 750 juta. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepemilikan
saham Bumi Plc pada Bumi Resources lebih dari 50% dari saat ini 29%. Sumber: Investor Daily.
ADRO Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 10% Tahun Depan
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 8-10% tahun depan. Peningkatan
pendapatan akan didorong oleh kenaikan produksi batubara perseroan. Perseroan berkonsentrasi untuk
mengembangkan pertambangan di Sumatra Selatan. Sumber: Investor Daily.
Laba PBRX Naik 110% pada kuartal III tahun 2011
PT Pan Brothers Tbk (PBRX) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 110% pada kuartal III 2011. Hal ini
ditopang oleh peningkatan pendapatan sebesar 50%. Perseroan berencana memproduksi merek sendiri, dan
sebagian order yang diterima disubkontrakkan ke manufaktur garmen di negara Vietnam, India, Kamboja, dan
Tiongkok. Sumber: Investor Daily.
ADHI Meraih Kontrak Rp 4,2 Triliun
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) segera menggarap dua proyek independent power plant (IPP). Total nilai Proyek tersebut
adalah Rp 4,2 triliun. Selain itu, perseroan juga berencana untuk ikut tender PLN lainnya. Sumber: Kontan.
BLTA Siap Terbitkan Obligasi US$ 125 Juta
PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) berencana menerbitkan obligasi senilai US$ 125 juta tahun depan. Dana akan
digunakan untuk melunasi utang perseroan yang jatuh tempo tahun depan. Per September, total utang perseroan
mencapai US$ 2.07 miliar. Sumber: Kontan.
Laba GIAA Melebihi Rp 600 Miliar
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencetak laba bersih lebih dari Rp 600 miliar hingga Oktober 2011. Jumlah ini
melampaui laba bersih tahun lalu yang sebesar Rp 515 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh peningkatan kinerja
operasional. Sumber: Investor Daily.
MNCN Naikkan Rasio Dividen
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berencana menaikkan rasio dividen menjadi 45% mulai tahun depan. Hal ini
disebabkan oleh masuknya Saban Capital Group ke perseroan. Pendapatan perseroan diperkirakan naik 14,5%
tahun ini, dan laba bersih diprediksi naik 67%. Sumber: Investor Daily.
ITMG Akan Pertahankan Rasio Dividen 75% untuk tahun 2011
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan mempertahankan rasio dividen 75% untuk tahun buku 2011. Rasio
ini digunakan dalam membagikan dividen interim 2011. Perseroan menyiapkan capex sebesar US$ 233 juta untuk
tahun 2012. Dana akan berasal dari kas internal. Sumber: Investor Daily.
Laba BUMI Naik 3.90% per September 2011
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencetak pertumbuhan laba bersih 3,90% per September 2011, seiring dengan
pertumbuhan pendapatan sebesar 34.27%. PT Kaltim Prima Coal, anak perusahaan perseroan, mencatatkan
kenaikan produksi 6%, PT Arutmin Indonesia mencetak kenaikan produksi 17%. Sumber: Bisnis Indonesia.



No comments:
Post a Comment