Wednesday, October 5, 2011

05 Oktober 2011



Market Review & Prediction

IHSG  Selasa  (04/10/2011)  harus  kembali  mengalami  tekanan  penuruan
dengan melemah 79,26 poin atau negatif 2,37% berada pada  level 3.269,45.
IHSG  kembali  terpuruk  pada  penurunan  hari  kedua. Bursa Saham  Indonesia
masih  harus  bergantung  pada  perkembangan  krisis  hutang  Yunani  dan
permasalahan  perekonomian  Amerika  Serikat.  Sektor-sektor  yang  menjadi
penyumbang terbesar terhadap pelemahan IHSG pada perdagangan hari selsa
kemarin  adalah  sektor  pertambangan  dan  sektor  properti  dimana  masing-
masing sektor mengalami pelemahan 5,04% dan 3,38% 

Dow Jones Industrial Average.  Pada perdagangan semalam bursa AS cukup
Volatile, di mana hampir semua saham di  sana di awali dengan koreksi yang
cukup dalam hingga akhirnya para pelaku pasar mengambil posisi beli kembali
yang  menyebabkan  bursa  AS  ditutup  dalam  zona  hijau.  Kenaikan  tersebut
setelah  Menteri  Keuangan  Uni  Eropa  mengumumkan  berencana
Merekapitalisasi  perbankan  Eropa  dan  The  Fed  mengumumkan  akan
melakukan  semua  tindakan  untuk  mengatasi  masalah  di  AS.  Indeks  DJIA
ditutup menguat 1,44% ke level 10.808,70

Prediksi  IHSG.  Stochastic  Oschillator  pada  level  34%  masih  menunjukkan
risiko  yang  masih  rendah,  namun  Money  Flow  Indeks  pada  level  38%
menunjukkan Capital Outflow yang semakin nyata. Bursa regional pada pagi ini
rata-rata dibuka mixed, dimana Nikkei Negatif 0,68% dan STI menguat 0,72%.
Aksi  jual  yang  besar  pada  perdagangan  hari  kemarin, membuat  IHSG  akan
kembali  tertekan  pada  perdagangan  hari  ini. Adapun  posisi  support  1  dan  2
berada pada level 3.225 dan 3.178 sedangkan resistance 3.296 dan 3.325


Highlight News
 Kerugian pemegang obligasi Yunani meningkat
 CFIN terbitkan Obligasi Senilai Rp 500 miliar
 ANTM alokasikan Belanja modal senilai Rp 12,61 triliun
 SMDR  akan  tambah  tiga  kapal  kontainer  sampai  dengan  akhir tahun 2011
 GPRA bersiap gulirkan proyek baru

No comments:

Post a Comment