Friday, October 21, 2011

Market Review & Prediction Jumat , 21 Oktober 2011

Market Review & Prediction

IHSG kamis  (20/10/2011) kembali mengalami pelemahan dengan  turun 65,53
poin  atau  negatif  1,69%  berada  pada  level  3.622,77.  Kembali  kekhawatiran
berasal dari kawasan Eropa, dimana dalam pembicaraan terakhir terdapat poin
yang belum disetujui dalam rangka penyelamatan krisis utang beberapa negara
di wilayah eropa. Selain penurunan kembali terjadi pada harga minyak dibawah
level US$86, bursa saham AS, Eropa dan Asia terpukul terhadap hal tersebut.
Sektor-sektor  yang menjadi  penyumbang  terbesar  terhadap  penurunan  IHSG
pada perdagangan hari kamis kemarin adalah sektor industri dasar dan sektor
pertambangan  dimana  masing-masing  sektor  mengalami  penurunan  3,00%
dan 2,89%. 

Dow Jones Industrial Average. Kemarin bursa AS rebound kembali, di mana
indeks  DJIA  naik  0.32%  ke  level  11541.80,  S&P  500  naik  0.46%  ke  level
1215.39,  dan NASDAQ  turun 0,21% ke  level 2598.62. Kenaikan Dow  Jones
kemarin ditopang oleh data jobless claim yang kemarin keluar di US, yang
menunjukkan bahwa terjadi penurunan jobless claims. Dimana data terbaru
menunjukkan  403000  dibandingkan  dengan  data  sebelumnya  yang
mencapai  409000.  Disamping  itu  keluar  berita  bahwa  pemerintah  Eropa
berencana mengeluarkan  dana US$ 1,3  triliun  utk mengatasi  krisis  utang
Eropa.

Prediksi  IHSG.  Pola  deadcross  pada  indikator  Stochastic  Osclator  yang
terbentuk 3 hari lalu belum menunjukan tanda adanya pembalikan arah. Namun
demikian,  aliran  dana  yang  terdeteksi  dalam  indikator  Chaikin  Money  Flow
masih menunjukan adanya akumulasi beli. Sehingga kami memperkirakan hari
ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan positif. Adapun  ranges
pergerakan IHSG untuk hari ini berkisar di antara 3559 - 3692

Highlight News
  Peringkat kemudahan usaha RI turun
  UNSP Segera Refinancing Utang US$ 185 Juta
  Anak Usaha OKAS Menandatangani Kontrak Baru Senilai US$ 25 Juta
  FREN Segera Membayar Hutang Sebesar Rp 400 Miliar
  Produksi TBS SGRO pada Semester 1 2011 naik 70,5% 
  ENRG Menyiapkan Belanja Modal Sebesar US$ 157 Juta pada Tahun 2012
  Laba Bersih GPRA Turun 19,88% pada Semester Pertama 2011
  DSSA Melepas Aset Kepada Anak Usaha BSDE Senilai Rp 129 Miliar






No comments:

Post a Comment