Market Review & Prediction
IHSG kamis (20/10/2011) kembali mengalami pelemahan dengan turun 65,53
poin atau negatif 1,69% berada pada level 3.622,77. Kembali kekhawatiran
berasal dari kawasan Eropa, dimana dalam pembicaraan terakhir terdapat poin
yang belum disetujui dalam rangka penyelamatan krisis utang beberapa negara
di wilayah eropa. Selain penurunan kembali terjadi pada harga minyak dibawah
level US$86, bursa saham AS, Eropa dan Asia terpukul terhadap hal tersebut.
Sektor-sektor yang menjadi penyumbang terbesar terhadap penurunan IHSG
pada perdagangan hari kamis kemarin adalah sektor industri dasar dan sektor
pertambangan dimana masing-masing sektor mengalami penurunan 3,00%
dan 2,89%.
Dow Jones Industrial Average. Kemarin bursa AS rebound kembali, di mana
indeks DJIA naik 0.32% ke level 11541.80, S&P 500 naik 0.46% ke level
1215.39, dan NASDAQ turun 0,21% ke level 2598.62. Kenaikan Dow Jones
kemarin ditopang oleh data jobless claim yang kemarin keluar di US, yang
menunjukkan bahwa terjadi penurunan jobless claims. Dimana data terbaru
menunjukkan 403000 dibandingkan dengan data sebelumnya yang
mencapai 409000. Disamping itu keluar berita bahwa pemerintah Eropa
berencana mengeluarkan dana US$ 1,3 triliun utk mengatasi krisis utang
Eropa.
Prediksi IHSG. Pola deadcross pada indikator Stochastic Osclator yang
terbentuk 3 hari lalu belum menunjukan tanda adanya pembalikan arah. Namun
demikian, aliran dana yang terdeteksi dalam indikator Chaikin Money Flow
masih menunjukan adanya akumulasi beli. Sehingga kami memperkirakan hari
ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan positif. Adapun ranges
pergerakan IHSG untuk hari ini berkisar di antara 3559 - 3692
Highlight News
Peringkat kemudahan usaha RI turun
UNSP Segera Refinancing Utang US$ 185 Juta
Anak Usaha OKAS Menandatangani Kontrak Baru Senilai US$ 25 Juta
FREN Segera Membayar Hutang Sebesar Rp 400 Miliar
Produksi TBS SGRO pada Semester 1 2011 naik 70,5%
ENRG Menyiapkan Belanja Modal Sebesar US$ 157 Juta pada Tahun 2012
Laba Bersih GPRA Turun 19,88% pada Semester Pertama 2011
DSSA Melepas Aset Kepada Anak Usaha BSDE Senilai Rp 129 Miliar
IHSG kamis (20/10/2011) kembali mengalami pelemahan dengan turun 65,53
poin atau negatif 1,69% berada pada level 3.622,77. Kembali kekhawatiran
berasal dari kawasan Eropa, dimana dalam pembicaraan terakhir terdapat poin
yang belum disetujui dalam rangka penyelamatan krisis utang beberapa negara
di wilayah eropa. Selain penurunan kembali terjadi pada harga minyak dibawah
level US$86, bursa saham AS, Eropa dan Asia terpukul terhadap hal tersebut.
Sektor-sektor yang menjadi penyumbang terbesar terhadap penurunan IHSG
pada perdagangan hari kamis kemarin adalah sektor industri dasar dan sektor
pertambangan dimana masing-masing sektor mengalami penurunan 3,00%
dan 2,89%.
Dow Jones Industrial Average. Kemarin bursa AS rebound kembali, di mana
indeks DJIA naik 0.32% ke level 11541.80, S&P 500 naik 0.46% ke level
1215.39, dan NASDAQ turun 0,21% ke level 2598.62. Kenaikan Dow Jones
kemarin ditopang oleh data jobless claim yang kemarin keluar di US, yang
menunjukkan bahwa terjadi penurunan jobless claims. Dimana data terbaru
menunjukkan 403000 dibandingkan dengan data sebelumnya yang
mencapai 409000. Disamping itu keluar berita bahwa pemerintah Eropa
berencana mengeluarkan dana US$ 1,3 triliun utk mengatasi krisis utang
Eropa.
Prediksi IHSG. Pola deadcross pada indikator Stochastic Osclator yang
terbentuk 3 hari lalu belum menunjukan tanda adanya pembalikan arah. Namun
demikian, aliran dana yang terdeteksi dalam indikator Chaikin Money Flow
masih menunjukan adanya akumulasi beli. Sehingga kami memperkirakan hari
ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan positif. Adapun ranges
pergerakan IHSG untuk hari ini berkisar di antara 3559 - 3692
Highlight News
Peringkat kemudahan usaha RI turun
UNSP Segera Refinancing Utang US$ 185 Juta
Anak Usaha OKAS Menandatangani Kontrak Baru Senilai US$ 25 Juta
FREN Segera Membayar Hutang Sebesar Rp 400 Miliar
Produksi TBS SGRO pada Semester 1 2011 naik 70,5%
ENRG Menyiapkan Belanja Modal Sebesar US$ 157 Juta pada Tahun 2012
Laba Bersih GPRA Turun 19,88% pada Semester Pertama 2011
DSSA Melepas Aset Kepada Anak Usaha BSDE Senilai Rp 129 Miliar




No comments:
Post a Comment