Monday, October 17, 2011

Senin 17 Oktober 2011

Market Review & Prediction

Jumat  (14/10/2011)  IHSG mengalami  koreksi  tipis,  ditutup  negatif  10,70  poin
atau  turun  0,29%  berada  pada  level  3.664,68.  Secara  umum  IHSG  terus
mengalami  penguatan  sepanjang  pekan  lalu.  Meredanya  sentimen  negatif
kawasan Eropa dan Amerika Serikat menjadi pendorong penguatan IHSG pada
perdagangan minggu  lalu.   Sektor-sektor yang menjadi penyumbang  terbesar
terhadap  pelemahan  IHSG  pada  perdagangan  hari  jumat minggu  lalu  adalah
sektor  infrastruktur  dan  sektor  konsumer  dimana  masing-masing  sektor
mengalami penurunan 1,52% dan 1,24%. 

Dow  Jones  Industrial  Average.    Pekan  lalu  bursa  AS  ditutup menguat,  di
mana indeks DJIA naik 1,45% ke level 11.644.50, S&P 500 naik 1.74% ke level
1.224.58, dan NASDAQ 1.82% ke  level 2.667.85. Kenaikan  ini seiring dengan
keluarnya data ekonomi seperti; kenaikan penjualan ritel dan penurunan defisit
perdagangan  di  Amerika Serikat  (AS). Selain  itu  pasar  juga  optimis  ekonomi
Eropa  akan  membaik  seiring  dengan  adanya  kesepakatan  Jerman  dan
Perancis untuk memperkuat kondisi finansial bank-bank yang terkena dampak
krisis. 

Prediksi  IHSG.  IHSG  Berhasil  membentuk  pola  double  bottom  dimana
resistance  selanjutnya  3.680.  Money  Flow  Indeks  yang  kembali  menguat
menunjukkan  kembalinya  pembelian  yang  dilakukan  investor  Bursa  Saham
Indonesia. Kami memperkirakan  IHSG masih mempunya  peluang  penguatan
pada perdagangan hari  ini. Bursa  regional  pagi  ini  rata-rata  dibuka menguat,
dimana KLSE  positif  1,23%, STI  naik  0,54%  dan Nikkei menguat  naik  1,29%
Adapun posisi support 1 dan 2 berada pada level 3.600 dan 3.575 sedangkan
resistance 1 dan 2 berada pada level 3.680 dan 3.702.

Highlight News
Laju likuiditas di China melambat
BNBR segera refinancing pinjaman senilai US$ 597 juta Solusi
INCO bagikan dividen interim senilai US$ 100 juta
Laba Bersih Kuartal III BTPN Tumbuh 66% 

BWPT segera akan akusisi lahan sawit baru  
JSMR tuntaskan konstruksi 8 tol pada 2012-2013 
PT Telesindo Shop memastikan akan melakukan IPO pada akhir tahun ini 
ROTI dapatkan komitemen pinjaman siaga Rp200 miliar dari BBCA dan BMRI







No comments:

Post a Comment