Market Review & Prediction
IHSG rabu (19/10/2011) rebound 63,27 poin atau naik 1,74% berada pada level
3.685,30. Setelah menguat lebih dari satu minggu IHSG mencoba konsolidasi pada
level 3.680. Pelemahan pada transaksi hari sebelumnya terlihat hanya panic selling
investor lokal dimana ini dapat dilihat ketika penguatan terus berlanjut pada
perdagangan hari kemarin. Saham-saham sektor properti, seperti: ASRI dan BKSL
terlihat aktif diperdagangakan. Sektor-sektor yang menjadi penyumbang terbesar
terhadap penguatan IHSG pada perdagangan hari rabu kemarin adalah sektor
pertambangan dan sektor properti dimana masing-masing sektor mengalami
penguatan 2,79% dan 2,06%.
Dow Jones Industrial Average. Kemarin bursa AS melemah kembali, di mana
indeks DJIA turun 0.63% ke level 11504.62, S&P 500 turun 1.26% ke level 1209.88,
dan NASDAQ turun 2% ke level 2604.04. Koreksi ini disebabkan oleh kekhawatiran
tentang kekuatan ekonomi dan kebuntuan atas perundingan bailout Eropa. Kemarin
profit dari Apple Inc (AAPL) menurun tajam sebesar 5,6%. Ini adalah penurunan
terbesar sejak Desember 2008.
Prediksi IHSG. Indikator Stochastic Oscilator menunjukan bahwa IHSG masih
berada di area overbought dan sudah terbentuk pola deadcross dari 2 hari lalu.
Kami mengingatkan Investor dirasa perlu berhati-hati dalam melakukan transaksi
meskipun hari ini beberapa bursa regional diperdagangkan pada area zona hijau,
seperti indeks Nikkei225 turun 0,89%, indeks Kospi turun 0.17% dan indeks ST
Times turun 0,35%. Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak Mixed dengan
kecenderungan negatif. Diperkirakan IHSG akan bergerak antara 3598 - 3702
Highlight News
Laba BMRI Bisa Tumbuh di Atas 30%
AKRA investasi senilai US$ 50 juta guna tingkatkan kapasitas tangki
Semester I 2012 BMRI kejar rasio intermediasi 78%
BBRI Mengincar BCIC
FREN Mencetak Utang Baru Senilai Rp 500 Miliar
BUMI dan BRAU bantah berniat merger
HEXA Menaikkan Target Penjualan 12,6%
PTBA Jalankan Proyek Bangko pada Desember 2011
UNTR Akuisisi PT Duta Sejahtera
IHSG rabu (19/10/2011) rebound 63,27 poin atau naik 1,74% berada pada level
3.685,30. Setelah menguat lebih dari satu minggu IHSG mencoba konsolidasi pada
level 3.680. Pelemahan pada transaksi hari sebelumnya terlihat hanya panic selling
investor lokal dimana ini dapat dilihat ketika penguatan terus berlanjut pada
perdagangan hari kemarin. Saham-saham sektor properti, seperti: ASRI dan BKSL
terlihat aktif diperdagangakan. Sektor-sektor yang menjadi penyumbang terbesar
terhadap penguatan IHSG pada perdagangan hari rabu kemarin adalah sektor
pertambangan dan sektor properti dimana masing-masing sektor mengalami
penguatan 2,79% dan 2,06%.
Dow Jones Industrial Average. Kemarin bursa AS melemah kembali, di mana
indeks DJIA turun 0.63% ke level 11504.62, S&P 500 turun 1.26% ke level 1209.88,
dan NASDAQ turun 2% ke level 2604.04. Koreksi ini disebabkan oleh kekhawatiran
tentang kekuatan ekonomi dan kebuntuan atas perundingan bailout Eropa. Kemarin
profit dari Apple Inc (AAPL) menurun tajam sebesar 5,6%. Ini adalah penurunan
terbesar sejak Desember 2008.
Prediksi IHSG. Indikator Stochastic Oscilator menunjukan bahwa IHSG masih
berada di area overbought dan sudah terbentuk pola deadcross dari 2 hari lalu.
Kami mengingatkan Investor dirasa perlu berhati-hati dalam melakukan transaksi
meskipun hari ini beberapa bursa regional diperdagangkan pada area zona hijau,
seperti indeks Nikkei225 turun 0,89%, indeks Kospi turun 0.17% dan indeks ST
Times turun 0,35%. Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak Mixed dengan
kecenderungan negatif. Diperkirakan IHSG akan bergerak antara 3598 - 3702
Highlight News
Laba BMRI Bisa Tumbuh di Atas 30%
AKRA investasi senilai US$ 50 juta guna tingkatkan kapasitas tangki
Semester I 2012 BMRI kejar rasio intermediasi 78%
BBRI Mengincar BCIC
FREN Mencetak Utang Baru Senilai Rp 500 Miliar
BUMI dan BRAU bantah berniat merger
HEXA Menaikkan Target Penjualan 12,6%
PTBA Jalankan Proyek Bangko pada Desember 2011
UNTR Akuisisi PT Duta Sejahtera





No comments:
Post a Comment