Market Review & Prediction
IHSG pada perdagangan akhir pekan lau (10/12) ditutup turun 22.15 point (-0.59%)
ke level 3,759.60 dengan jumlah transaksi sebanyak 2,76 miliar lembar saham dan
nilai transaksi sebesar Rp2.75 triliun. Hampir seluruh sektor saham mengalami
tekanan jual, kecuali sektor misc-industry dan property. Saham-saham yang
menjadi penggerus bursa antara lain : UNTR, ADRO, UNVR, GGRM dan BBRI.
Sementara itu, Saham-saham yang menjadi menjadi penahan indeks pada akhir
pekan lalu antara lain: ASII, BBNI, JSMR, INVS dan BUMI.
Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 1.55% ke level 12184.30, S&P 500 naik
1.69% ke level 1255.19 dan Nasdaq naik 1.94% ke level 2646.85. Dow Jones naik
karena KTT UE menghasilkan keputusan yang baik. Uni Eropa, kecuali Inggris,
menyepakati membuat fiskal saling terhubung. Tujuannya untuk memangkas difisit
fiskal serta mendisiplinkan pengeluaran. Selain itu, para pemimpin UE sepakat
memberi tambahan dana 200 miliar Euro untuk membantu menutupi utang Italia
dan Spanyol yang akan jatuh tempo.
Prediksi IHSG. Hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak pada zona hijau. Indikator
Fast Stochastic Oscilator sudah menunjukan golden cross, artinya ada peluang
IHSG akan mengalami penguatan. Begitu pula dengan indikator momentum RSI
sudah mulai terjadi penguatan kembali. Namun demikian pemguatan IHSG hari ini
kami perkirakan akan cenderung terbatas karena belum dibarengi dengan kenaikan
volume yang signifikan. IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3704 – 3808.
Highlight News
Hasil Keputusan KTT Uni Eropa
AMRT Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 20% di 2012
BUDI Siapkan Capex Rp 150 Miliar pada 2012
FASW Mendapat Utang US$ 120 Juta
SDPC Berencana untuk Menjadi Distributor 2 Perusahaan Asing
SMRA Siapkan Capex Rp 1,3 Triliun pada 2012
SIPD akan Jaminkan Aset Senilai Rp 600 Miliar
MTLA Memperbesar Investasi Hotel
BNBR Menargetkan Penurunan Utang Perseroan tahun 2012
IHSG pada perdagangan akhir pekan lau (10/12) ditutup turun 22.15 point (-0.59%)
ke level 3,759.60 dengan jumlah transaksi sebanyak 2,76 miliar lembar saham dan
nilai transaksi sebesar Rp2.75 triliun. Hampir seluruh sektor saham mengalami
tekanan jual, kecuali sektor misc-industry dan property. Saham-saham yang
menjadi penggerus bursa antara lain : UNTR, ADRO, UNVR, GGRM dan BBRI.
Sementara itu, Saham-saham yang menjadi menjadi penahan indeks pada akhir
pekan lalu antara lain: ASII, BBNI, JSMR, INVS dan BUMI.
Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 1.55% ke level 12184.30, S&P 500 naik
1.69% ke level 1255.19 dan Nasdaq naik 1.94% ke level 2646.85. Dow Jones naik
karena KTT UE menghasilkan keputusan yang baik. Uni Eropa, kecuali Inggris,
menyepakati membuat fiskal saling terhubung. Tujuannya untuk memangkas difisit
fiskal serta mendisiplinkan pengeluaran. Selain itu, para pemimpin UE sepakat
memberi tambahan dana 200 miliar Euro untuk membantu menutupi utang Italia
dan Spanyol yang akan jatuh tempo.
Prediksi IHSG. Hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak pada zona hijau. Indikator
Fast Stochastic Oscilator sudah menunjukan golden cross, artinya ada peluang
IHSG akan mengalami penguatan. Begitu pula dengan indikator momentum RSI
sudah mulai terjadi penguatan kembali. Namun demikian pemguatan IHSG hari ini
kami perkirakan akan cenderung terbatas karena belum dibarengi dengan kenaikan
volume yang signifikan. IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3704 – 3808.
Highlight News
Hasil Keputusan KTT Uni Eropa
AMRT Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 20% di 2012
BUDI Siapkan Capex Rp 150 Miliar pada 2012
FASW Mendapat Utang US$ 120 Juta
SDPC Berencana untuk Menjadi Distributor 2 Perusahaan Asing
SMRA Siapkan Capex Rp 1,3 Triliun pada 2012
SIPD akan Jaminkan Aset Senilai Rp 600 Miliar
MTLA Memperbesar Investasi Hotel
BNBR Menargetkan Penurunan Utang Perseroan tahun 2012
Akhir pekan lalu, KTT Uni Eropa menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain:
1. Membuat fiskal saling terhubung
2. Memberikan dana tambahan 200 miliar Euro untuk menutupi utang Italia dan Spanyol yang akan jatuh
tempo
3. Dana permanen 500 miliar Euro dalam EFSF pada Juli 2012, lalu tambahan dana 440 miliar Euro ke
lembaga itu
4. Para kreditor swasta yang memberi pinjaman ke negara-negara zona Euro tidak otomatis menghadapi
kerugian, sesuai dengan rencana bailout masa depan
Sumber: Investor Daily
AMRT Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 20% di 2012
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menargetkan dapat mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 20%
pada tahun 2012. Pertumbuhan akan didorong oleh peningkatan jumlah masyarakat kelas menengah. Industri
consumer goods diprediksi tumbuh 12% didorong oleh minimarket. Sumber: Kontan.
BUDI Siapkan Capex Rp 150 Miliar pada 2012
PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI) menyiapkan belanja modal Rp 150 miliar pada 2012 untuk keperluan ekspansi
produksi. Capex dapat dipenuhi dari kas internal, sisanya melalui pinjaman bank. Dana akan digunakan untuk
menyelesaikan beberapa proyek yang sudah dimulai tahun ini. Salah satunya pembangunan pabrik tapioka di
Jawa Timur. Sumber: Kontan.
FASW Mendapat Utang US$ 120 Juta
PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) akan melakukan refinancing utang sebesar US$ 100 juta. Perseroan telah
berhasil mendapat komitmen pinjaman dari HSBC Ltd sebesar US$ 120 juta. Selain itu, perseroan juga akan
meningkatkan pertumbuhan produksi. Sumber: Kontan.
SDPC Berencana untuk Menjadi Distributor 2 Perusahaan Asing
PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC) sedang menjajaki kerjasama dengan perusahaan farmasi
dari Eropa. Perseroan berharap negosiasi dapat selesai Januari 2012. Selain itu, perseroan juga menjajaki
peluang menjadi distributor 3 perusahaan farmasi lokal. Sumber: Kontan.
SMRA Siapkan Capex Rp 1,3 Triliun pada 2012
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menyiapkan capex sebesar Rp 1,3 triliun untuk tahun 2012. Dana akan
digunakan untuk membangun fasilitas pendukung di proyek Summarecon Serpong dan Summarecon Bekasi.
Sumber pendanaan akan berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Sumber: Investor Daily.
SIPD akan Jaminkan Aset Senilai Rp 600 Miliar
PT Sierad Produce Tbk (SIPD) berniat menjaminkan aset senilai Rp 600 miliar untuk mendapatkan pinjaman.
Dana akan digunakan untuk ekspansi pada 2012. RUPSLB akan segera dilaksanakan untuk meminta
persetujuan pemegang saham terkait penjaminan aset ini. Sumber: Investor Daily.
MTLA Memperbesar Investasi Hotel
PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) akan ekspansi pengembangan 20 hotel dalam 5 tahun mendatang. Investasi
diperkirakan mencapai Rp 500 miliar. Nilai investasi ini belum termasuk lahan pengembangan. Perseroan akan
menawarkan kerjasama penyertaan saham dengan kepemilikan saham perseroan minimal 60%-70% dan
melalui BOT Build Own atau akuisisi lahan. Sumber: Investor Daily.
No comments:
Post a Comment