Market Review & Prediction
Pada perdagangan IHSG kemarin (05/12) ditutup naik 0.95 point (+0.03%) ke level
3,780.79 dengan jumlah transaksi sebanyak 4,9 miliar lembar saham dan nilai
transaksi sebesar Rp3.09 triliun. Hampir seluruh sektor saham mengalami
penguatan, kecuali sektor agri, mining, property, dan infrastructure. Para pelaku
pasar masih wait & see mengingat dikabarkan bahwa Lembaga pemeringkat
Standard & Poor's 500 mengumumkan telah menempatkan peringkat Jerman,
Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya pada 'Credit Watch Negative', sebuah
langkah untuk penurunan peringkat. Saham-saham yang menjadi pendorong IHSG
antara lain: UNVR, ASII, SMGR, BBRI dan BBCA, sementara saham-saham yang
menjadi pemberat IHSG antara lain: GGRM, TLKM, PGAS, BBNI dan BYAN.
Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 0.65% ke level 12097.80, S&P 500 naik
1.03% ke level 1257.08 dan Nasdaq naik 1.10% ke level 2655.76. Dow Jones naik
setelah pemimpin Jerman dan Prancis mengatakan bahwa mereka telah
menyelesaikan perjanjian tentang rencana untuk menangani krisis utang Eropa.
Walaupun sebelumnya Dow Jones sempat terkoreksi karena 17 Negara Zona
Eropa diberitahu bahwa rating mereka mempunyai kemungkinan didowngrade oleh
S&P.
Prediksi IHSG. Dalam jangka pendek IHSG masih rawan terkoreksi. Hal tersebut
diketahui dari 2 candle terakhir yang memberikan signal akan terjadi reversal.
Namun demikian, beberapa indikator teknikal seperti, Indikator MFI, indikator, RSI
serta indikator stochastic oscillator masih memberikan signal potensi penguatan.
Kami perkirakan hari ini IHSG masih akan kembali bergerak mixed dengan
kecenderungan positif dan akan bergerak pada rentang harga 3749 – 3807.
Highlight News
DSSA Menyiapkan Belanja Modal US$ 80 Juta
CASS Masuk Bisnis Bandara pada Kuartal I 2012 dan Menargetkan Laba Naik 62%
MBTO Targetkan Laba Naik 9.5%
SIPD Mendapat Pembiayaan Rp 100 Miliar
Rencana IPO Anak Usaha Pertamina Terhenti
Laba ABM Diperkirakan Naik 400% pada Tahun Ini
MASA Mencari Pinjaman US$ 60 Juta
ANTM Tetapkan Kupon Obligasi Berkelanjutan I Antara 8,375% - 9,05%
Pada perdagangan IHSG kemarin (05/12) ditutup naik 0.95 point (+0.03%) ke level
3,780.79 dengan jumlah transaksi sebanyak 4,9 miliar lembar saham dan nilai
transaksi sebesar Rp3.09 triliun. Hampir seluruh sektor saham mengalami
penguatan, kecuali sektor agri, mining, property, dan infrastructure. Para pelaku
pasar masih wait & see mengingat dikabarkan bahwa Lembaga pemeringkat
Standard & Poor's 500 mengumumkan telah menempatkan peringkat Jerman,
Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya pada 'Credit Watch Negative', sebuah
langkah untuk penurunan peringkat. Saham-saham yang menjadi pendorong IHSG
antara lain: UNVR, ASII, SMGR, BBRI dan BBCA, sementara saham-saham yang
menjadi pemberat IHSG antara lain: GGRM, TLKM, PGAS, BBNI dan BYAN.
Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 0.65% ke level 12097.80, S&P 500 naik
1.03% ke level 1257.08 dan Nasdaq naik 1.10% ke level 2655.76. Dow Jones naik
setelah pemimpin Jerman dan Prancis mengatakan bahwa mereka telah
menyelesaikan perjanjian tentang rencana untuk menangani krisis utang Eropa.
Walaupun sebelumnya Dow Jones sempat terkoreksi karena 17 Negara Zona
Eropa diberitahu bahwa rating mereka mempunyai kemungkinan didowngrade oleh
S&P.
Prediksi IHSG. Dalam jangka pendek IHSG masih rawan terkoreksi. Hal tersebut
diketahui dari 2 candle terakhir yang memberikan signal akan terjadi reversal.
Namun demikian, beberapa indikator teknikal seperti, Indikator MFI, indikator, RSI
serta indikator stochastic oscillator masih memberikan signal potensi penguatan.
Kami perkirakan hari ini IHSG masih akan kembali bergerak mixed dengan
kecenderungan positif dan akan bergerak pada rentang harga 3749 – 3807.
Highlight News
DSSA Menyiapkan Belanja Modal US$ 80 Juta
CASS Masuk Bisnis Bandara pada Kuartal I 2012 dan Menargetkan Laba Naik 62%
MBTO Targetkan Laba Naik 9.5%
SIPD Mendapat Pembiayaan Rp 100 Miliar
Rencana IPO Anak Usaha Pertamina Terhenti
Laba ABM Diperkirakan Naik 400% pada Tahun Ini
MASA Mencari Pinjaman US$ 60 Juta
ANTM Tetapkan Kupon Obligasi Berkelanjutan I Antara 8,375% - 9,05%
DSSA Menyiapkan Belanja Modal US$ 80 Juta
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyiapkan belanja modal US$ 80 Juta di tahun 2012. Dana tersebut
digunakan untuk mengembangkan pembangkit listrik dan bisnis batubara. Dana akan berasal dari kas internal
dan hasil penawaran saham perdana PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) yang merupakan anak usaha
perseroan. Sumber: Kontan.
CASS Masuk Bisnis Bandara pada Kuartal I 2012 dan Menargetkan Laba Naik 62%
PT Cardig Aero Services Tbk (CASS) berencana masuk ke bisnis pengelola bandara mulai kuartal pertama
tahun depan. Perseroan menargetkan akan mengelola tiga bandara pada tahun ini. Untuk pendanaan akan
beberapa opsi, yaitu dari kas internal, pinjaman atau penerbitan obligasi. Perseroan menargetkan laba naik
62% pada tahun 2012. Sumber: Kontan dan Investor Daily.
MBTO Targetkan Laba Naik 9.5%
PT Martina Berto Tbk (MBTO) menargetkan penjualan naik 15,9% dan laba bersih bertumbuh sebesar 9.5%
selama tahun 2012. Pertumbuhan penjualan akan ditopang oleh produk baru yang beredar tahun depan. Selain
itu, perseroan telah mengalokasikan capex sebesar Rp 51 miliar untuk tahun 2012. Dana akan berasal dari
sisa IPO dan kas internal. Capex akan digunakan untuk membangun pabrik dan membuka 5-6 gerai baru.
Sumber: Kontan.
SIPD Mendapat Pembiayaan Rp 100 Miliar
PT Sierad Produce Tbk (SIPD) menadapatkan pinjaman dari PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sebesar Rp
100 miliar. Pinjaman akan dimanfaatkan untuk membangun 4 unit commercial farm. DER perseroan saat ini
kurang dari 2, sehingga pembiayaan melalui bank dinilai paling baik. Sumber: Kontan.
Rencana IPO Anak Usaha Pertamina Terhenti
PT Pertamina (Persero) membatalkan rencana IPO saham anak-anak perusahaannya. Alasannya perseroan
ingin fokus mentransformasikan diri menjadi perusahaan publik tidak tercatat (Non listed public company).
Perseroan berniat meningkatkan transparansi dan mengurangi intervensi politik dalam kebijakan korporasi.
Sumber: Kontan.
Laba ABM Diperkirakan Naik 400% pada Tahun Ini
PT ABM Investama Tbk (ABMM) memperkirakan laba tahun ini naik 350-400% dan pendapatan diprediksi naik
40-50%. Sumber pemasukan terbesar berasal dari divisi kontraktor batubara. Lini usaha perseroan adalah
mining contracting, power supply, dan tambang batubara. Dana IPO akan digunakan untuk membiayai
ekspansi, pelunasan utang, dan modal kerja. Sumber: Investor Daily.
MASA Mencari Pinjaman US$ 60 Juta
PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) mencari pinjaman perbankan senilai US$ 60 juta pada 2012. Dana
akan digunakan untuk ekspansi produksi. Sebagian besar dana akan diperoleh dari hasil right issue.
Sumber: Investor Daily.
ANTM Tetapkan Kupon Obligasi Berkelanjutan I Antara 8,375% - 9,05%
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menaikkan nilai obligasinya menjadi Rp3 triliun dari sebelumnya Rp1,5 triliun.
Seri A yang memiliki tenor tujuh tahun sejumlah Rp900 miliar dengan tingkat bunga 8,375% per tahun dan seri
B yang memiliki tenor 10 tahun sejumlah Rp2,1 triliun dengan tingkat bunga 9,05% per tahun.
Sumber: Oke Zone.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyiapkan belanja modal US$ 80 Juta di tahun 2012. Dana tersebut
digunakan untuk mengembangkan pembangkit listrik dan bisnis batubara. Dana akan berasal dari kas internal
dan hasil penawaran saham perdana PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) yang merupakan anak usaha
perseroan. Sumber: Kontan.
CASS Masuk Bisnis Bandara pada Kuartal I 2012 dan Menargetkan Laba Naik 62%
PT Cardig Aero Services Tbk (CASS) berencana masuk ke bisnis pengelola bandara mulai kuartal pertama
tahun depan. Perseroan menargetkan akan mengelola tiga bandara pada tahun ini. Untuk pendanaan akan
beberapa opsi, yaitu dari kas internal, pinjaman atau penerbitan obligasi. Perseroan menargetkan laba naik
62% pada tahun 2012. Sumber: Kontan dan Investor Daily.
MBTO Targetkan Laba Naik 9.5%
PT Martina Berto Tbk (MBTO) menargetkan penjualan naik 15,9% dan laba bersih bertumbuh sebesar 9.5%
selama tahun 2012. Pertumbuhan penjualan akan ditopang oleh produk baru yang beredar tahun depan. Selain
itu, perseroan telah mengalokasikan capex sebesar Rp 51 miliar untuk tahun 2012. Dana akan berasal dari
sisa IPO dan kas internal. Capex akan digunakan untuk membangun pabrik dan membuka 5-6 gerai baru.
Sumber: Kontan.
SIPD Mendapat Pembiayaan Rp 100 Miliar
PT Sierad Produce Tbk (SIPD) menadapatkan pinjaman dari PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sebesar Rp
100 miliar. Pinjaman akan dimanfaatkan untuk membangun 4 unit commercial farm. DER perseroan saat ini
kurang dari 2, sehingga pembiayaan melalui bank dinilai paling baik. Sumber: Kontan.
Rencana IPO Anak Usaha Pertamina Terhenti
PT Pertamina (Persero) membatalkan rencana IPO saham anak-anak perusahaannya. Alasannya perseroan
ingin fokus mentransformasikan diri menjadi perusahaan publik tidak tercatat (Non listed public company).
Perseroan berniat meningkatkan transparansi dan mengurangi intervensi politik dalam kebijakan korporasi.
Sumber: Kontan.
Laba ABM Diperkirakan Naik 400% pada Tahun Ini
PT ABM Investama Tbk (ABMM) memperkirakan laba tahun ini naik 350-400% dan pendapatan diprediksi naik
40-50%. Sumber pemasukan terbesar berasal dari divisi kontraktor batubara. Lini usaha perseroan adalah
mining contracting, power supply, dan tambang batubara. Dana IPO akan digunakan untuk membiayai
ekspansi, pelunasan utang, dan modal kerja. Sumber: Investor Daily.
MASA Mencari Pinjaman US$ 60 Juta
PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) mencari pinjaman perbankan senilai US$ 60 juta pada 2012. Dana
akan digunakan untuk ekspansi produksi. Sebagian besar dana akan diperoleh dari hasil right issue.
Sumber: Investor Daily.
ANTM Tetapkan Kupon Obligasi Berkelanjutan I Antara 8,375% - 9,05%
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menaikkan nilai obligasinya menjadi Rp3 triliun dari sebelumnya Rp1,5 triliun.
Seri A yang memiliki tenor tujuh tahun sejumlah Rp900 miliar dengan tingkat bunga 8,375% per tahun dan seri
B yang memiliki tenor 10 tahun sejumlah Rp2,1 triliun dengan tingkat bunga 9,05% per tahun.
Sumber: Oke Zone.
No comments:
Post a Comment