Market Review & Prediction
Awal pekan ini (27/12), IHSG akhirnya ditutup melemah 7,72 poin atau -0,23% berada
pada level 3789,43 setelah sempat mengalami kenaikan hingga level 3806,19. Sektor
yang mengalami penurunan terendah yaitu sektor Consumer goods (-1,33%), sedangkan
sektor yang mengalami kanaikan tertinggi yaitu sektor Agriculture (+0,64%).
Perdagangan kemarin masih relatif sepi, terlihat dari nilai transaksi yang hanya
mencapai Rp. 2,82 triliun dengan jumlah volume transaksi sebanyak 4,57 miliar lembar.
Bursa Global, Kemarin Dow Jones turun 0.02% ke level 12291.30, S&P 500 naik
0.01% ke level 1265.43 dan Nasdaq naik 0.25% ke level 2625.20. Dow Jones turun
karena harga Residential Real Estate turun di bawah prediksi analis. Ini menunjukkan
pasar real estate US terus menurun.
Prediksi IHSG. Kemarin IHSG gagal melanjutkan pengutannya sehingga indikator
stochastic oscilator patah namun belum terbentuk dead cross. Hal tersebut
mengindikasikan IHSG berpeluang melemah kembali. Akan tetapi, melihat MA 20 masih
di atas MA 50, maka IHSG pada trend jangka menengah masih bullish. Hari ini kami
perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan rentang harga antara 3735,73 hingga
3811,23.
Highlight News
Anak Usaha TOWR Memperoleh Pinjaman senilai Rp 2 Triliun
Fidelity Menambah Kepemilikan Saham TBIG
CKRA Akuisisi Perusahaan Bijih Besi
INAF akan Menjual Radiofarmaka ke Jepang
TiPhone Menargetkan Meraih Dana Rp 517 Miliar dari IPO
EMDE akan Mempercepat Pembayaran Utang Senilai Rp 70 Miliar
Pendapatan MYOH Diproyeksikan Naik 74.578% pada Tahun Ini
Realisasi Defisit Anggaran Pemerintah hanya Sebesar 1,5%
10 stocks from the biggest foreign sell:
PTBA(37.46 B), ASII (25.17 B), BBRI (22.30 B), BUMI (16.28 B),
BBCA (15.97 B), BMRI (13.44 B),BBNI (12.94 B), UNVR (10.03 B),
SMGR (8.14 B), PGAS (7.97 B)



No comments:
Post a Comment