Thursday, December 8, 2011

Kamis 8 Desember 2011 Market Review & Prediction

Market Review & Prediction

IHSG kemarin (07/12) ditutup naik 40.56 point (+1.08%) ke level 3,793.23 dengan
jumlah transaksi sebanyak 4,07 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar
Rp5.34 triliun.  Seluruh sektor saham pada perdagangan kemarin mengalami
penguatan. Saham-saham yang menjadi pendorong bursa antara lain: ASII, BBCA,
BMRI, INTP dan EMTK.

Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 0.38% ke level 12196.40, S&P 500 naik
0.20% ke level 1261.01 dan Nasdaq turun 0.01% ke level 2649.21. Dow Jones naik
karena optimisme masyarakat bahwa para pemimpin Eropa akan melakukan usaha
lebih untuk mengatasi krisis. Hal ini akan dibahas dalam KTT Uni Eropa yang
berlangsung pada 8-9 Desember 2011.  

Prediksi IHSG. Secara teknikal IHSG masih berpeluang naik. Hal tersebut terlihat
dari Indikator MACD Histogram yang sudah menunjukan golden cross, indikator MFI
juga masih menunjukan akumulasi. Selain itu, Candle harian terakhir juga
membentuk candle white marobozu yang juga mengindikasikan IHSG akan
melanjutkan penguatannya. Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak 3739 –
3820.

Highlight News

 PT Gunungbayan Pratamacoal Tandatangani Perjanjian Jasa
Pertambangan
 TLKM Membangun Broadband Rp 21 Triliun 
 APLN Berpotensi Melampaui Target Marketing Sales tahun 2012
 BNBR Tuntaskan Kuasi Reorganisasi
 GIAA Segera Lakukan Kuasi Reorganisasi pada Tahun 2012
 WIKA Targetkan Penjualan 2012 Naik hingga 20%
 BYAN Menjajaki Pinjaman US$ 700 Juta 
 TLKM akan Refinancing Utang Rp 3 Triliun

PT Gunungbayan Pratamacoal Tandatangani Perjanjian Jasa Pertambangan
PT Gunungbayan Pratamacoal (GBP), anak usaha BYAN, telah menandatangani perjanjian  jasa
pertambangan dengan PT Hareda Krida Utama (HKU) pada tanggal 7 Desember 2011. Nilai perjanjian tersebut
sekitar US$ 160 juta. Sumber: IQ Plus.
  
  TLKM Membangun Broadband Rp 21 Triliun
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) membangun broadband di kawasan Indonesia Timur dengan total
investasi Rp 21 triliun. Pembangunan ini diharapkan mampu menambah pendapatan perseroan dan
diharapkan dapat mengkompensasi bisnis layanan suara yang tidak tumbuh lagi. Dana akan masuk ke dalam
belanja modal perseroan setiap tahunnya. Sumber: Kontan.

  APLN Berpotensi Melampaui Target Marketing Sales tahun 2012
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) awalnya menargetkan marketing sales Rp 3 triliun-Rp 3,5 triliun.
Namun sekarang, perseroan telah membukukan Rp 3,3 triliun hingga akhir Oktober. Prediksi perseroan,
marketing sales dapat mencapai Rp 3,8 triliun hingga akhir tahun. Penopang utamanya adalah penjualan
Green Bay Apartment. Sumber: Kontan.  

  BNBR Tuntaskan Kuasi Reorganisasi
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah menyelesaikan seluruh tahapan untuk melakukan kuasi reorganisasi.
Perseroan dapat menghapus defisit sebesar Rp 34,9 triliun dari kinerja keuangannya. Perseroan dapat mulai
membagikan dividen mulai tahun depan. Sumber: Kontan.
 
  GIAA Segera Lakukan Kuasi Reorganisasi pada Tahun 2012
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menargetkan kuasi reorganisasi akan selesai paling lambat Juni 2012.
Melalui kuasi reorganisasi ini, perseroan ingin menghapus defisit sebesar Rp 6,8 triliun. Sumber: Kontan. 

  WIKA Targetkan Penjualan 2012 Naik hingga 20%
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan dapat meningkatkan pendapatan hingga 20% pada 2012
mendatang. Pertumbuhan akan ditopang oleh proyek-proyek  baru. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan
dapat memperoleh laba bersih Rp 350 miliar. Sumber: Kontan.

  BYAN Menjajaki Pinjaman US$ 700 Juta 
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjajaki pinjaman sindikasi senilai US$ 700 juta dengan tenor 5 tahun.
Dana ini akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek. Perseroan sedang mendekati beberapa bank
asing dan bank lokal. Sumber: Investor Daily. 

  TLKM akan Refinancing Utang Rp 3 Triliun
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan membayar utang minimal sebesar Rp 3 triliun pada tahun
2012. Perseroan akan menggunakan pinjaman bank untuk membayar utang tersebut. Tahun depan perseroan
memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp 3,39 triliun. Perseroan telah mendapatkan komitmen pinjaman dari
BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA. Sumber: Investor Daily. 







No comments:

Post a Comment