Market Review & Prediction
IHSG pada perdagangan Kamis lalu (15/12) ditutup turun 50.06 point (1.33%) ke level
3701.54 dengan jumlah transaksi sebanyak 3.82 miliar lembar saham dan nilai transaksi
sebesar Rp4.44 triliun. Hampir seluruh sektor saham turun, kecuali sektor Agriculture.
Saham-saham yang melemahkan bursa adalah:.ASII, GGRM, SMGR. Sementara itu,
saham-saham yang menaikkan indeks adalah: TLKM, JRPT, SMAR.
Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 0.38% ke level 11868.80, S&P 500 naik 0.32%
ke level 1215.75 dan Nasdaq naik 0.07% ke level 2541.01. Dow Jones naik karena
kemarin keluar data jobless claim yang lebih rendah dari perkiraan. Menurut consensus,
jobless claim akan berada pada level 383 K-400 K. Akan tetapi data Jobless claim
terbaru adalah 366 K. Ini lebih rendah dari angka sebelumnya yang sebesar 381 K.
Selain itu juga keluar data manufaktur yang hasilnya jauh lebih tinggi dari consensus. Hal
ini menunjukkan signal penguatan ekonomi AS ditengah kekhawatiran krisis Eropa.
Prediksi IHSG. Hari ini diperkirakan IHSG mempunyai peluang rebound tipis setelah
Indonesia masuk dalam Investment Grade. Akan tetapi, ini hanya akan berlangsung
sesaat, karena kecenderungan masih berada dalam trend turun. Hal ini dapat dilihat dari
indikator CCI, MACD, dan stochastic yang menunjukkan masih adanya potensi
penurunan. Kemarin juga IHSG telah menembus support di 3740, dan tertahan di level
3670. Jika tembus support di 3670, maka IHSG akan mencoba bergerak ke level 3620.
IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3670-3740.
Highlight News
Fitch Rating Menaikkan Peringkat Utang Indonesia Menjadi Investment Grade
MEDC Anggarkan US$ 1174 miliar untuk Tahun 2012
ELSA Refinancing US$ 122.5 Juta
Tiphone Akan Melepas 40.08% Saham Melalui IPO
Greenwood Segera IPO Tahun Ini
Anak Usaha MEDC Melakukan Right Issue
KRAS Meraih Pinjaman US$ 470 Juta
TINS Menganggarkan Capex Lebih dari 2 Triliun pada 2012
10 Stocks from the Biggest Foreign Sell:
ASII (368.24 B), TLKM (104.99 B), ADRO (102.45 B), BBRI (100.37 B), ITMG (94.42B),
BMRI (94.25 B), INTP (78.62 B), SMGR (73.62 B), UNTR (73.52 B), BUMI ( 73.48 B).
IHSG pada perdagangan Kamis lalu (15/12) ditutup turun 50.06 point (1.33%) ke level
3701.54 dengan jumlah transaksi sebanyak 3.82 miliar lembar saham dan nilai transaksi
sebesar Rp4.44 triliun. Hampir seluruh sektor saham turun, kecuali sektor Agriculture.
Saham-saham yang melemahkan bursa adalah:.ASII, GGRM, SMGR. Sementara itu,
saham-saham yang menaikkan indeks adalah: TLKM, JRPT, SMAR.
Bursa Global, Kemarin Dow Jones naik 0.38% ke level 11868.80, S&P 500 naik 0.32%
ke level 1215.75 dan Nasdaq naik 0.07% ke level 2541.01. Dow Jones naik karena
kemarin keluar data jobless claim yang lebih rendah dari perkiraan. Menurut consensus,
jobless claim akan berada pada level 383 K-400 K. Akan tetapi data Jobless claim
terbaru adalah 366 K. Ini lebih rendah dari angka sebelumnya yang sebesar 381 K.
Selain itu juga keluar data manufaktur yang hasilnya jauh lebih tinggi dari consensus. Hal
ini menunjukkan signal penguatan ekonomi AS ditengah kekhawatiran krisis Eropa.
Prediksi IHSG. Hari ini diperkirakan IHSG mempunyai peluang rebound tipis setelah
Indonesia masuk dalam Investment Grade. Akan tetapi, ini hanya akan berlangsung
sesaat, karena kecenderungan masih berada dalam trend turun. Hal ini dapat dilihat dari
indikator CCI, MACD, dan stochastic yang menunjukkan masih adanya potensi
penurunan. Kemarin juga IHSG telah menembus support di 3740, dan tertahan di level
3670. Jika tembus support di 3670, maka IHSG akan mencoba bergerak ke level 3620.
IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3670-3740.
Highlight News
Fitch Rating Menaikkan Peringkat Utang Indonesia Menjadi Investment Grade
MEDC Anggarkan US$ 1174 miliar untuk Tahun 2012
ELSA Refinancing US$ 122.5 Juta
Tiphone Akan Melepas 40.08% Saham Melalui IPO
Greenwood Segera IPO Tahun Ini
Anak Usaha MEDC Melakukan Right Issue
KRAS Meraih Pinjaman US$ 470 Juta
TINS Menganggarkan Capex Lebih dari 2 Triliun pada 2012
10 Stocks from the Biggest Foreign Sell:
ASII (368.24 B), TLKM (104.99 B), ADRO (102.45 B), BBRI (100.37 B), ITMG (94.42B),
BMRI (94.25 B), INTP (78.62 B), SMGR (73.62 B), UNTR (73.52 B), BUMI ( 73.48 B).
Fitch Rating Menaikkan Peringkat Utang Indonesia Menjadi Investment Grade
Lembaga pemeringkat Fitch Rating manaikkan peringkat Indonesia menjadi BBB- dengan outlook stabil.
Setelah kenaikan peringkat itu, arus dana akan mengalir lebih banyak ke sektor riil seperti FDI dibandingkan ke
pasar modal. Market biasanya bergerak hanya karena ekspektasi. Akan tetapi, peringkat dari Fitch tidak
menjadi acuan utama bagi investor. Investor lebih mempercayai rating S&P. Ada kemungkinan S&P akan
menaikkan peringkat Indonesia pada kuartal II 2012. Sumber: Kontan.
MEDC Anggarkan US$ 1174 miliar untuk Tahun 2012
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menganggarkan dana US$ 1174 miliar pada tahun depan. Dana
terdiri dari belanja modal (capex) sebesar US$ 356 juta, dan biaya operasi sebesar US$ 818 juta. Tahun
depan, perseroan akan kembali melakukan pengeboran di 29 sumur di Indonesia. Diantaranya adalah 20
sumur produksi dan sembilan sumur eksplorasi. Selain itu perseroan sedang identifikasi potensi pengeboran 30
sumur di Oman, dan 2 sumur di AS. Selain itu perseroan akan masuk ke bisnis batubara pada tahun depan.
Sumber: IQ Plus.
ELSA Refinancing US$ 122.5 Juta
PT Elnusa Tbk (ELSA) mendapatkan fasilitas pinjaman US$ 122.5 juta untuk melakukan refinancing. Pinjaman
diperoleh melalui sindikasi perbankan dengan BCA sebagai lead arranger. Penandatanganan refinancing
dilakukan minggu depan. Refinancing dilakukan untuk menurunkan beban keuangan dan memperlancar arus
kas perseroan. Sumber: Kontan.
Tiphone Akan Melepas 40.08% Saham Melalui IPO
PT Tiphone Mobile Indonesia berniat IPO 2.68 miliar saham (40.08% dari total saham) pada kisaran harga
Rp 250-Rp350 per saham. Harga tersebut mencerminkan PER 8-10 kali.PER industri sebesar 10-12 kali. 40%
dana IPO akan digunakan untuk melunasi utang anak usaha, 28% untuk perluasan usaha, dan sisanya
digunakan untuk modal kerja perseroan maupun anak usaha. Sumber: Kontan.
Greenwood Segera IPO Tahun Ini
PT Greenwood Sejahtera telah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Dana IPO akan digunakan
untuk membeli lahan untuk pengembangan The City Center-Batavia tahap 2 dan tahap 3. PER Greenwood
dengan harga IPO Rp 250 adalah sebesar 6,25 kali. Ini lebih rendah dari PER APLN yang sebesar 7 kali.
Sumber: Kontan.
Anak Usaha MEDC Melakukan Right Issue
PT Medco Power Indonesia, anak usaha MEDC Grup, menjual saham baru (right issue) kepada Saratoga
Capital. Perseroan melepas 51% saham baru. Harga dan hasil penjualan tidak diberitahu oleh perseroan.
Namun Reuters menyatakan penjualan saham baru itu menghasilkan US$ 112 juta. Dalam dokumen Reuters
mengatakan bahwa pembeli bukan hanya Saratoga, tapi telah membentuk konsorsium bernama International
Finance Corporation(IFC). Sumber: Kontan.
KRAS Meraih Pinjaman US$ 470 Juta
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) meraih pinjaman US$ 470 juta dari konsorsium delapan bank lokal dan asing.
Dana akan digunakan untuk membangun pabrik baja senilai US$ 528.9 juta. Penandatanganan baru dilakukan
Februari 2012. Sumber: Bisnis Indonesia.
Lembaga pemeringkat Fitch Rating manaikkan peringkat Indonesia menjadi BBB- dengan outlook stabil.
Setelah kenaikan peringkat itu, arus dana akan mengalir lebih banyak ke sektor riil seperti FDI dibandingkan ke
pasar modal. Market biasanya bergerak hanya karena ekspektasi. Akan tetapi, peringkat dari Fitch tidak
menjadi acuan utama bagi investor. Investor lebih mempercayai rating S&P. Ada kemungkinan S&P akan
menaikkan peringkat Indonesia pada kuartal II 2012. Sumber: Kontan.
MEDC Anggarkan US$ 1174 miliar untuk Tahun 2012
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menganggarkan dana US$ 1174 miliar pada tahun depan. Dana
terdiri dari belanja modal (capex) sebesar US$ 356 juta, dan biaya operasi sebesar US$ 818 juta. Tahun
depan, perseroan akan kembali melakukan pengeboran di 29 sumur di Indonesia. Diantaranya adalah 20
sumur produksi dan sembilan sumur eksplorasi. Selain itu perseroan sedang identifikasi potensi pengeboran 30
sumur di Oman, dan 2 sumur di AS. Selain itu perseroan akan masuk ke bisnis batubara pada tahun depan.
Sumber: IQ Plus.
ELSA Refinancing US$ 122.5 Juta
PT Elnusa Tbk (ELSA) mendapatkan fasilitas pinjaman US$ 122.5 juta untuk melakukan refinancing. Pinjaman
diperoleh melalui sindikasi perbankan dengan BCA sebagai lead arranger. Penandatanganan refinancing
dilakukan minggu depan. Refinancing dilakukan untuk menurunkan beban keuangan dan memperlancar arus
kas perseroan. Sumber: Kontan.
Tiphone Akan Melepas 40.08% Saham Melalui IPO
PT Tiphone Mobile Indonesia berniat IPO 2.68 miliar saham (40.08% dari total saham) pada kisaran harga
Rp 250-Rp350 per saham. Harga tersebut mencerminkan PER 8-10 kali.PER industri sebesar 10-12 kali. 40%
dana IPO akan digunakan untuk melunasi utang anak usaha, 28% untuk perluasan usaha, dan sisanya
digunakan untuk modal kerja perseroan maupun anak usaha. Sumber: Kontan.
Greenwood Segera IPO Tahun Ini
PT Greenwood Sejahtera telah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Dana IPO akan digunakan
untuk membeli lahan untuk pengembangan The City Center-Batavia tahap 2 dan tahap 3. PER Greenwood
dengan harga IPO Rp 250 adalah sebesar 6,25 kali. Ini lebih rendah dari PER APLN yang sebesar 7 kali.
Sumber: Kontan.
Anak Usaha MEDC Melakukan Right Issue
PT Medco Power Indonesia, anak usaha MEDC Grup, menjual saham baru (right issue) kepada Saratoga
Capital. Perseroan melepas 51% saham baru. Harga dan hasil penjualan tidak diberitahu oleh perseroan.
Namun Reuters menyatakan penjualan saham baru itu menghasilkan US$ 112 juta. Dalam dokumen Reuters
mengatakan bahwa pembeli bukan hanya Saratoga, tapi telah membentuk konsorsium bernama International
Finance Corporation(IFC). Sumber: Kontan.
KRAS Meraih Pinjaman US$ 470 Juta
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) meraih pinjaman US$ 470 juta dari konsorsium delapan bank lokal dan asing.
Dana akan digunakan untuk membangun pabrik baja senilai US$ 528.9 juta. Penandatanganan baru dilakukan
Februari 2012. Sumber: Bisnis Indonesia.
No comments:
Post a Comment